Kewirausahaan Ekonomi Kreatif Dongkrak Kesejahteraan Keluarga

  • Share

IMG-20170823-WA0026

BEKASI, DETEKSIONLINE.COM: Kemajuan ekonomi sebuah Negara dipengaruhi oleh berapa banyaknya pengusaha di negara tersebut. Menurut survei,secara umum, persentase jumlah pengusaha di Indonesia baru 1,65 persen dari jumlah penduduk. Persentase tersebut jauh tertinggal dibandingkan Singapura, Malaysia, atau Thailand, yang masing-masing memiliki persentase pengusaha sebanyak 7 persen, 5 persen dan 3 persen.

Sementara negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang bahkan memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10 persen dari jumlah populasi.

Meskipun jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat minim, namun survey yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada tahun 2013, menunjukkan bahwa keinginan berwirausaha masyarakat Indonesia adalah yang kedua tertinggi di ASEAN setelah Filipina.

Oleh karena itu, Desa Sriamur,Tambun Utara, Kabupaten Bekasi mengadakan sosialisasi kewirausahaan pada Rabu (23/08) di Kantor Desa Sriamur, hal ini bertujuan meningkatkan taraf hidup warga Desa Sriamur.

Penyuluhan kewirausahaan tersebut bekerjasama dengan Universitas Bhayangkara, adapun narasumber yang mengisi acara tersebut adalah Ridwan Anwar, SE.,MM, Indra Lubis,SH. MM., Matdio Siahaan, SE, MM.

Penyuluhan ekonomi kreatif di Desa Sriamur ini mendapat antusias dari masyarakat, tak kurang dari 50 peserta yang terdiri dari Kepala Dusun, RT, RW dan Ibu – Ibu PKK hadir dalam penyuluhan tersebut.

Menurut Camat Tambun Utara, Drs. Sophian Hadi, MM, Tambun Utara ini memiliki budaya yang agak unik, disini kampung jawara, sehingga harus benar – benar memilih bentuk ekonomi yang tepat bagi warga Desa Sriamur.

“Saya asli lahir di Gabus ini, sangat faham akan ~culture~ masyarakat disini,hingga detik ini saya belum menemukan bentuk wirausaha seperti apa yang cocok untuk masyarakat saya, oleh karena itu saya minta tolong kepada seluruh jajaran saya dari tingkat Rt sampai Kepala Desa untuk membuat sebuah percontohan jenis usaha bagi warga Kampung Gabus ini,” ungkapnya.

“Saya pernah juga mengadakan pelatihan kerajinan tangan yang bekerjasama dengan Dinas Tenaga kerja, semua anak muda disini dilatih membuat tas, dompet dan lain – lain, tetapi hal ini belum berhasil, anak – anak muda kita belum juga tertarik untuk bergerak dibidang ekonomi kreatif ini, padahal pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran untuk itu,” terangnya lagi.

“Namun sebagai Camat, saya tidak akan menyerah, saya akan terus melakukan penyuluhan – penyuluhan ekonomi kreatif, sehingga mindset warga disini akan berubah secara perlahan, saya yakin, suatu ketika warga Desa Sriamur yang selama ini dikenal sulit diarahkan pada kewirausahaan akan berubah menjadi Desa Wirausaha,” tandasnya optimis.

Senada dengan Camat Tambun Utara, Kepala Desa Sriamur, Eman Sulaeman, dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan yang sedang didengung – dengungkan pemerintah, disini sudah ada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “Bumdes ini dapat menjadi wadah seluruh kegiatan ekonomi kreatif di Desa Sriamur ini,” ujar Kepala Desa.

“Adapun ekonomi yang sudah berjalan adalah: parkiran motor yang bisa kita perluas lagi, Pemerintah Daerah harus memberikan Honor kepada ibu – ibu PKK, ini merupakan stimulus untuk mendorong ekonomi kreatif berjalan di desa – desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Indra Lubis, dalam pemaparannya menyampaikan, bahea wirausaha berawal dari sebuah ide, dan untuk mewujudkan ide tersebut membutuhkan keseriusan dan modal, namun dalam berwirausaha yang lebih dibutuhkan adalah: kegigihan dalam menjalankannya,” paparnya.

Seorang audiens dalam penyuluhan menyampaikan keluhannya,”Saya sudah menjalankan ekonomi kreatif yaitu, mengolah sampah rumah tangga menjadi kerajinan, namun saat produk itu jadi, saya bingung memasarkannya, selain itu kami juga bingung untuk mengembangkan usaha tersebut, karena modal kami sangat terbatas,” tuturnya.

Keluhan audiens ini dibenarkan oleh sumber yang dapat dipercaya, Warga Desa Sriamur membutuhkan bantuan modal untuk menjalankan ekonomi kreatif seperti kerajinan tangan, kuliner dan pertanian, namun pemberian modal tersebut harus berupa barang atau bahan.(rukmana)o

 838 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *