Close

17560071502794203438-pemusnahan-barang-bukti-narkoba

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) hari ini, selasa (15/8/2017) memusnahkan barang bukti narkoba yang disita dari bandar jaringan nasional maupun internasional.

Tempat pemusnahan barang haram tersebut berpusat di Garbage Plant Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Tampak sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz, Kepala BNN Budi Waseso, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, hingga kru sejumlah maskapai penerbangan.

Total barang bukti yang dimusnahkan kali ini sebanyak 1,4 ton sabu dan 1,2 juta butir ekstasi.

Tidak hanya di Bandara Soekarno-Hatta saja, di sejumlah Polda di seluruh Indonesia pun, secara serentak juga dimusnahkan 2,73 ton ganja, 1,4 ton sabu, 1.264.445 butir ekstasi, 36.000 happy five, dan 5,6 juta butir psikotropika golongan IV.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, pemusnahan narkoba dilakukan untuk menghindari penyimpangan barang bukti yang telah disita.

“Sebagai bentuk transparansi tugas Polri dan BNN sehingga masyarakat tahu barang bukti narkoba yang disita petugas benar-benar dimusnahkan,” terang Brigjend Pol Eko Daniyanto dalam sambutannya.

Eko mengatakan, barang bukti dapat dieksekusi jika telah mendapat ketetapan dari pengadilan negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, selama ini muncul anggapan bahwa polisi kerap menggelapkan barang bukti narkotika yang disita.

Acara pemusnahan dilakukan secara terbuka untuk menghindari pandangan miring seperti itu.

“Secepat mungkin kalau ada izin pengadilan negeri, sudah disisihkan sesuai kesepakatan, maka sisanya akan segera dihancurkan,” jelas Tito.

Selain itu, Tito juga mengimbau petugas agar barang bukti itu diberi penjagaan khusus.

Tak hanya penyidik yang menangani perkara, tetapi juga diturunkan tim dari Divisi Provesi dan Pengamanan Polri dan Inspektorat Pengawas Umum serta daerah agar tak terjadi kebocoran.

“Semua komandan, pimpinannya, harus tegas ke anggota. Ancam kalau ada yang macam-macam, beri tindakan hukum,” tutup Tito. (Yor/Lis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!