Segudang Tugas Menanti Kapolda Metro, IPW : Jangan Monoton!

  • Share

 

IMG-20170720-WA0075
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis. (Ist)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM- Kapolda Metro Jaya yang baru, yang mulai bekerja hari ini, Irjen Idam Azis diharapkan dapat melakukan terobosan-terobosan dalam melayani publik Jakarta. Terobosan itu antara lain menyangkut kenyamanan berlalulintas, keamanan dari aksi kejahatan dan terorisme, hubungan yang kondusif dengan ulama dan tokoh tokoh kritis, pelayanan kepolisian yang bebas pungli, serta meredam aksi tawuran dan premanisme.

 

“Kapolda Yang Baru harus memiliki terobosan baru untuk melayani warga Jakarta, jangan monoton,” ujar Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) dalam siaran pers tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, kamis (27/7/2017).

 

Ind Police Watch (IPW) menilai Idam bukanlah orang baru bagi Polda Metro Jaya. Ia pernah bertugas di depok, di jakarta barat dan di lingkungan polda metro jaya. Dgn demikian Idam pasti sangat paham dgn karakteristik dan potensi gangguan keamanan jakarta dan sangat paham dengan daerah2 rawan ibukota. Sehingga IPW menilai Idam mampu bekerja lebih baik dibanding dengan kapolda kapolda sebelumnya.

 

“Latarbelakang Idam yang sudah malang melintang di reserse di wilayah hukum polda metro jaya tentu akan memudahkannya untuk menata dan membangun sistem keamanan di ibukota. Kapasitas dan kapabilitasnya sangat mumpuni dalam hal itu,” terang Neta.

 
Neta menuturkan sebagai kapolda baru ada sejumlah tantangan berat yang harus dihadapi yaitu :

 

Pertama, Kepadatan, kemacetan dan kesemrawutan lalulintas jakarta. Idam perlu melakukan terobosan dan rekayasa lalulintas yang agak ekstrem untuk menghindari kepadatan lalulintas ibukota. Misalnya melarang semua truk kontainer memasuki wilayah jakarta, baik siang maupun malam hari.
Artinya semua kontainer harus melintasi JORR, termasuk ke pelabuhan tanjung Priok. Lalu memberlakukan genap ganjil bagi kendaraan mobil dan motor yang melintasi wilayah jakarta, sehingga jumlah kendaraan yg bergerak dan memasuki kota Jakarta bisa berkurang drastis dan kepadatan lalulintas bisa disiasati.

 

“Masalah lalulintas adalah masalah pelik bagi Jakarta yang tidak ada ujungnya jika tidak dilakukan terobosan ekstrim,” tegasnya.

 

Kedua, ketegangan sosial pasca Pilgub Jakarta tetap perlu dicermati agar tidak menjadi konflik sosial.

 

“Bertindak cepat dan cermat pada saat maupun sesudah digelarnya Pilkada, agar tidak munculnya ketegang sosial,” jelasnya.

 

Ketiga, ancaman terorisme yang tetap harus diantisipasi.

 

Keempat, kejahatan bersenjata api. Selain itu kasus penyiraman air keras terhadap Novel dan kasus chating porno Habib Rizieq Shihab serta kasus makar yang banyak melibatkan Tokoh kritis perlu dijelaskan Idam kepada publik kelanjutannya agar ada kepastian hukum.

 

“Kasus-kasus peninggalan Kapolda yang terdahulu harus diperjelas status hukumnya agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan,” tegas Neta.

 

Yang terpenting adalah adanya dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh Ulama yang dilakukan secara intensif sehingga bisa meredakan ketegangan di Ibukota pasca Pilgub Jakarta.

 

“Kami (IPW) berkeyakinan Kapolda yang baru (Idam) mampu melakukan terobosan baru, mengingat jam terbangnya bertugas di wilayah konflik cukup mumpuni. Secara kualitas dia oke,” tutup Neta. (Yori/Lis)

 593 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *