Close
IMG_20170618_235659
Beberapa oknum Brimob Polda Metro Jaya saat memiting dan menyeret Wartawan Antara Ricky Prayoga saat perhelatan ajang BCA Indonesian Open 2017. (Ist)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Akibat salah paham saling pandang, Wartawan LKBN Antara Ricky Prayoga dimaki dan dianiaya beberapa oknum Brimob saat berlangsung nya perhelatan BCA Indonesian Open 2017. Minggu (18/6/207)

 

 

Menurut pengakuan Ricky, ia masih merasa shock karena ulah oknum anggota Brimob yang sempat memiting dan menantangnya untuk berduel.

 

 

Menurut kaca mata Ind Police Watch, kasus ini menunjukkan bahwa anggota brimob itu masih mengedepankan sikap arogan dan tidak menyadari fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

 

 

Hal urgen yang harus dibenahi Polri adalah di dalam pendidikan kepolisian terutama pendidikan untuk polisi tingkat bawah sudah waktunya dijelaskan keberadaan fungsi dan tugas wartawan yang dilindungi Undang-Undang sehingga wartawan tidak bisa diperlakukan seenaknya saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

 

 

“Tentu sangat disayangkan jika ada polisi yang tidak memahami fungsi wartawan dan kemudian memperlakukannya semau gue,” Kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis tertulisnya di Jakarta, Senin (19/6/2017).

 

 

Neta mengungkapkan jika sikap melecehkan profesi wartawan bisa kena sanksi hukum seperti yang tertuang dalam UU pers nasional. Dengan adanya kasus ini sudah saatnya pimpinan kepolisian mengevaluasi semua penugasan anggotanya di lapangan.

 

 

“Artinya polisi polisi yang bersikap arogan dan cenderung menggertak-gertak masyarakat, apalagi menggertak dengan senjata api harus dilarang bertugas yang bersentuhan dengan publik terutama wartawan. Bila perlu polisi seperti ini diberhentikan dari kepolisian karena bertentangan dengan prinsif polisi sipil yang profesional yang dianut Polri,” ungkapnya.

 

 

Neta menambahkan, sikap menggertak-gertak dengan senjata api bisa memicu emosi antar kedua belah pihak yang ujung-ujungnya bisa membuat konflik atau masalah yang lebih besar apalagi jika terjadi tembakan.

 

 

“Jika gertak menggertak dengan senjata maka bisa menimbulkan konflik baru, bahaya itu. Saya berharap pimpinan dari oknum Brimob tersebut dapat memberikan sanksi tegas agar adanya efek jera,” tegas Neta. (Yori) 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!