Close
IMG-20170619-WA0008
Kepala BPOM Penny Lukito saat menyampaikan rilis. (foto : Dimas)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Kepala  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito membantah pihaknya kecolongan dalam kasus empat produk mi instan yang mengandung babi. Produk asal Korea yang telah beredar di sejumlah wilayah di Indonesia itu teridentifikasi mengandung babi dari pemeriksaan BPOM.

 

Penny mengatakan, dalam proses pemberian izin edar,   BPOM menerapkan aspek kesejahteraan. BPOM mempercayai dokumen yang diberikan oleh perusahaan atau pihak importir sebagai syarat dalam pemberian izin edar. Dalam kasus peredaran mi instant itu, lanjut Penny pihak importir dalam dokumennya menyebut bahwa produk tersebut tidak mengandung babi. Itu mengapa BPOM sempat mengeluarkan izin edar produk itu.

 

BPOM juga hanya melakukan random sampling terhadap produk  tersebut.

 

“Kami ada aspek dukungan untuk percapatan produk sampai ke masyarakat. Jadi akhirnya kami lebih percaya dengan  dokumen yang diberikan,” ujar Penny di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6/2017).

IMG-20170619-WA0007

Penny mengatakan, pihaknya juga enggan disebut kecolongan karena telah menemukan serta melakukan penindakan terhadap importir tersebut.

 

Namun, untuk menghindari kejadian serupa, BPOM akan memperketat registrasi untuk pemberian izin edar serta sanksi tegas bagi importir yang terbukti melanggar aturan. Sanksi tersebut berupa  pencabutan izin edar hingga sanksi pidana kepada perusahaan yang melannggar.

 

“Saya tidak menggunakan kata kecolongan, inibada suatu ketentuan yang dilanggar. Kami juga sudah lakukan tindakan administrasi,” ujar Penny.

 

“Perbaikan akan dilakukan terus dan akan diperketat. Kami akan perbaiki dari proses registrasi penegasan sanksi,” ujar Penny. (Dimas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!