Lebih Betah di Saudi, Habib Rizieq Syihab Ingin Menetap Hingga Setahun

  • Share
habib
Pentolan FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab. (Ist)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Rencana kepulangan pentolan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)  yang juga tersangka atas kasus pornografi dan beberapa kasus lainnya, Habib Muhammad Rizieq Syihab dari Arab Saudi ke tanah Air, hingga kini belum mempunyai kejelasan yang pasti.

Info terkini menyebutkan jika Rizieq Syihab dikabarkan belum akan pulang ke tanah air dalam waktu depan. Bahkan ada rencana ia akan menetap  di Arab hingga satu tahun ke depan (2018).

“Ada pilihan rencana mau long stay, kami akan perpanjang visa. Ini sedang diurus visa yang untuk setahun,” ujar Kuasa Hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, Minggu (4/6/2017) kemarin.

Sugito mengungkapkan perpanjangan visa untuk bisa lebih lama tinggal di luar negeri merupakan upaya Rizieq mangkir dari proses hukum.

Ia mengatakan, dunia penegakan hukum di Indonesia belum kondusif kalau Rizieq cepat-cepat pulang. Sebab, proses hukum kasus pornografi terhadap Rizieq terindikasi sebagai bentuk kriminalisasi.

“Bisa saja pulangnya nanti, usai pilpres (Pemilu 2019) digelar dan Jokowi tidak jadi presiden. Kalau dia tak jadi presiden, polisi bisa lebih netral,” tudingnya.

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny Franky Sompie memastikan, tidak akan menarik visa milik Rizieq. Sebab, pencabutan harus melalui permintaan resmi dari penyidik Polda Metro Jaya.

“Apabila penyidik telah menetapkan seseorang sebagai tersangka, kemudian ada permintaan melakukan pencegahan agar tidak keluar negeri, tapi yang bersangkutan sudah berada di luar negeri, maka atas permintaan tersebut, kami bisa melakukan pencabutan terhadap dokumen perjalanannya, paspornya,” jelas Ronnie Sompie di Kantor Dirjen Imigrasi, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/6/2017).

Dalam kasus Rizieq, imigrasi tidak dapat berinisiatif begitu saja memulangkan Rizieq. Harus melalui prosedur yang berlaku dengan negara tempat dia berada saat ini.

Karenanya, yang bisa dilakukan imigrasi adalah berkoordiansi dengan keimigrasian Arab Saudi agar Rizieq dikembalikan ke Indonesia.

“Karena imigrasi hanya melakukan upaya untuk menangkal orang asing, mencegah orang Indonesia keluar negeri. Kalau ada WNI yang dibutuhkan untuk proses penegakan hukum, imigrasi bisa melakukan sesuai dengan SOP, baik di dalam UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian atau Peraturan Pemerintah Nomor 301 Tahun 2013 tentang pelaksanaan UU itu,” jelasnya.

Sebab itu, imigrasi tidak akan pernah melakukan pencabutan dokumen milik Rizieq jika tidak ada permintaan resmi dari penyidik.

“Harus ada permintaan resmi, tertulis dari aparat penegak hukum sesuai dengan UU. Jadi penyidiknya meminta kepada Menkumham, pendelegasian kepada Ditjen Imigrasi untuk melakukan bantuan tersebut,” tandasnya.

 502 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *