Astaga, Anak dan Menantu Sewa Preman Untuk Serobot Tanah Orang Tua

  • Share
IMG-20170515-WA0031
Johanes (60) yang digugat oleh anak kandung dan menantunya. (foto : Dimas)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Johanes dengan anak kandungnya Robert dan sang menantu Jessica, belum usai. Bapak yang digugat anak dan menantunya ke meja hijau itu, kini justru dihadapkan dengan kelompok orang bayaran yang menduduki asetnya di Tangerang, Banten.

 

Pria 60 tahunan itu menyebutkan bahwa penguasaan salah satu aaetnya tersebut dilakukan oleh sang menantu. Dugaan penyerobotan tanah dan bangunan itupun telah dilaporkan Johanes ke Pilda Metro Jaya, kemudian berkas itu akan dilimpahkan kasusnya ke penyidik Polres Tangerang.

 

“Laporan sejak januari lalu, namun sampai saat ini lahan yang sengketa itu masih diduduki para preman. Masa Polisi kalah sama preman,” ungkap Johanes.

 

“Dia (Jessica) enggak ada puasnya nyakitin saya,  mau bikin saya cepat mati aja. Ada satu bangunan tempat usaha saya di sana, eh saya sendiri enggak biaa masuk karena ditaruh preman di sana suruhan Jessica. Tapi tidak ada tidak lanjut dari pihak Kepolisian,” keluhnya.

 

Johanes menjelaskan bahwa tanah dan bangunan miliknya yang diduduki itu berada di jalan Adi Sucipto Nomor 7 RT 03/ RW 10, Belendung, Kota Tangerang, Banten.

 

“Itu tanah saya beli tahun 2007 lalu, saya sulit mau cari makan karena di situ ada mesin cetak. Malah karyawan saya diusir dan CCTV dirusak, sudah gak karuan sekarang. Enggak bisa pakai jalur hukum sekarang dia pake preman, listrik sudah diputus. Trus saya mau cari makan apa?,” keluhnya.

 

Johanes berharap Kepolisian segera mengusut tuntas dugaan penyerobotan tanah yang diduga dilakukan menantunya, Jessica. Dia pun mengaku sudah dua kali dipanggil penyidik Polres Tangerang untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.

 

“Sudah diambil BAP juga saya jum’at (12/5/2017) kemarin, di sana saya sudah ceritakan semuanya dari waktu Jessica pertama datang terus dia suruh adiknya Hendrik, kemudian dia kuasakan lagi ke preman untuk dudukin tanah saya,” ujar dia.

 

Johanes mengaku heran kenapa tidak ada tindak lanjut dari pihak Kepolisian terakait laporannya. Padahal sepengetahuan dirinya saat ini aksi premanisme tidak boleh lagi hidup.

 

“Ya kenapa tidak dikasih garis Polisi. Saya pasrah seolah laporan saya seperti tidak dihiraukan. Saya laporan dari Januari,” ucapnya.

 

Johanes sebelumnya digugat Rp 10 miliar oleh anak kandung dan menantunya, Robert dan Jessica atas tuduhan penggelapan kepemilikan aset warisan yang sudah diatasnamakan kepada sang anak. Namun, Johanes dinyatakan bebas oleh majelis hakim PN Jakarta Utara dari segala dakwaan dan tuduhan dan  memutuskan dia masih berhak atas aset yang digugat. (Dimas) 

 

 2,039 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *