Ratusan Mahasiswa Bersama Rektor UTA 1945 Tuntut Pengungkapan Kasus Penggelapan Tanah

  • Share

 

IMG-20170523-WA0012
Ratusan Mahasiswa, Karyawan, dosen dan Rektorat Universitas Tujuh Belas (UTA) menuntut penuntasan kasus penggelapan tanah yang dilakukan oleh mafia tanah, Tedja Widjaja CS. (foto : Dimas)

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM – Ratusan Mahasiswa, karyawan, dosen, dan rektorat Universitas Tujuh Belas (UTA) 1945 Jakarta kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi damai di Jalan Sunter Permai Raya, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aksi tersebut bertujuan menuntut penyelesaian kasus penggelapan tanah milik yayasan UTA 1945 Jakarta yang dilakukan sejumlah oknum mafia tanah, Tedja Widjaja CS.

 

Perwakilan mahasiswa UTA Jakarta, James Erikson E Tamba mengatakan, yayasan UTA 1945 Jakarta telah melakukan kerjasama dengan PT. Graha Mahardika, untuk melakukan sejumlah pembangunan gedung kampus I berlantai delapan, penyerahan tanah seluas lima hektar di Cimanggis, Depok dan Cibubur untuk pembangunan kampus II, dan menyerahkan pembayaran dalam bentuk tunai. Namun, perjanjian yang dilakukan pada Oktober 2010 itu hingga kini tak pernah terselesaikan.

 

“Anehnya, sampai saat ini mereka belum juga melaksanakan kerjasama itu,” kata Erikson, saat ditemui di Jalan Sunter Permai Raya, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/5/2017).

 

Dia menduga, Tedja Widjaja CS telah menggelapkan surat resmi kerjasama itu, serta melakukan kerjasama dengan oknum yayasan Dedi Cahyadi, untuk menandatangani surat pemecahan sertifikat tanah.

 

“Kami mempertanyakan masalah sengketa tanah tersebut. Mengapa tanah yang berstatus sengketa dapat didirikan bangunan. Jangan-jangan tanah tersebut sudah dijual?,” ungkapnya.

 

Lebih jauh, dia menambahkan, dalam aksi ini pihaknya menuntut kepada aparat hukum untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Serta menangkap Dedi Cahyadi, yang kini telah diberhentikan tidak terhormat pada 2016 lalu.

 

“Kami meminta pemberhentian pembangunan gedung yang berdiri di atas tanah sengketa,” tutupnya. (Dimas)

 

 394 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *