Cegah Pertikaian di Kalbar, Tokoh Dayak dan Melayu Per-erat Silahturahmi

  • Share
IMG-20170511-WA0031
Tokoh adat Melayu dan Dayak duduk bersama gelar silahturahmi redam api pertikaian di Tanah Borneo, Kalbar. (Ist)
PONTIANAK,DETEKSIONLINE.COM- demi mencegah pertikaian antar etnis di Kalimantan Barat, pasca penolakan beberapa tokoh FPI di Bandara Internasional Supadio beberapa waktu.
Pada hari ini, Kamis (11/5/2017) sekitar pukul 12.00 wib  bertempat di ruang Kartika Hotel kartika Jl. Rahari Usman Pontianak Kota dilangsungkan kegiatan konfrensi Pers dan pertemuan pererat Silaturahmi antar tokoh Melayu dan tokoh Dayak Kalimantan Barat.
Pertemuan yang berlangsung hikmat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemukan di Kalimantan Barat seperti Yohanes Nenes, Cornelis Kimha, moses Alex, Daniel Edward Tangkau SH yang juga ketua IKADIN Kalimantan Barat, Prof. DR. Alamsyah (Tomas Kalbar) yang juga Ketua Ikatan Dayak Islam, Irenius Kaden (Advokat), Sofiyan (Tokoh muda Sintang, advokat), DR. H. Atang suryana, SE.MM (Pengurus Pancha Bhakti), Rita Purwanti, Adrianus A Sidot mantan Bupati Landak, DR. Purwanto SH MH (Mantan Ketua HAM Kalbar), Hendri Rivai (ketua Korps Baret Merah Kalbar), H. Leno, Andrias Lani, Gusti Nanang (pangeran mangku landak), M. yunus (Tokoh Kuburaya),Toni (Aktivis), Efendi SH,SE (mantan LPM), Tommy Sunjoto, SH.MH (Tokoh Pemuda), Amirudin (Aktivis Singkawang), Edi Ruslan (Laki Kalbar), Ya’ Irwan syahrial ( Group Al Fakar), Pandi Sanjaya (KNPI).
Dalam paparannya Daniel Edward Tangkau SH mengajak antar etnis dan golongan untuk selalu berdamai demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mari jaga kota kita selalu damai dan berfikir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita jangan mau menjadi rumit atas permasalahan dan terpecah kembali (pertikaian antar etnis),” ujar Edward Tangkau SH.
Sedangkan Prof DR. Alamsyah yang juga ketua Umum ikatan keluarga dayak islam dan penasehat DAD menjelaskan jika terjadinya keributan antar etnis maka yang menjadi korban adalah warga pedalaman, sementara ia menganjurkan jika ada terjadi permasalahan maka percayakanlah semuanya itu pada hukum.
“Jika kita ribut maka warga yang di pedalaman akan jadi korban. Oleh karena itu percayakan kepada hukum untuk menyelesaikan konflik di kota kita,” ucapnya.
Menanggapi pesta Gawai Adat Dayak ke XXXII yang digelar pada 20 mei 2017 mendatang, Prof DR Alamsyah mengatakan bahwa hal itu merupakan agenda tahunan disamping itu pada acara itu juga akan dihadiri oleh para pelajar Se-Asean, oleh karena itu tak boleh lagi ada pertikaian.
“Acara Gawai adat itu agenda tahunan dan pusat studi  pelajar Se-Asean di sana, jangan sampai ada pertikaian nanti akan buat malu kita. Saya rasa tidak ada masalah jika acara tersebut digelar. Kita percayakan keamanan kepada pihak TNI-Polri,” tegasnya.
Yohanes Nenes menjelaskan bahwa perlunya pertemuan silahturahmi ini agar dapat mencari solusi terkait situasi dan kondisi di Kalimantan Barat. Oleh karena ia berharap Gawai Adat Dayak dan Persatuan Orang Melayu (POM) tak boleh digelar di waktu yang bersamaan.
“Pertemuan ini penting, di sinilah kita bisa mencari solusi atas permasalahan kita. Pawai adat itu agenda tahunan sudah 32 tahun digelar,  oleh sebab itu acara ini harus tetap digelar,” terangnya.
Terkait penolakan terhadap tokoh FPI pimpinan Habib Rizieq Shihab, Yohanes menegaskan bahwa hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan umat islam.
“Dia (Rizieq Shihab) ditolak karena pernyataannya yang mengatakan pemimpin daerah dan Gubernur Kalbar pak Kornelis kafir. Jadi ini tak ada hubungannya dengan umat muslim,” tegasnya.
Sedangkan menurut mantan Bupati Landak Adrianus A. Sidot menjelaskan bahwa sebagai aparatur negara wajib menjaga tali persaudaraan dengan silahturahmi maka akan tercipta kedamaian.
“Kuncinya itu ada pada kita, dengan silahturahmi maka kedamaian pasti ada di Kalbar. Jangan mau terpecah belah,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut dilanjutkan dengan pembentukan tim pembuat hasil rapat serta penanda tanganan naskah bersama yang selanjutnya akan diserahkan ke Mapolda Kalimantan Barat. (Yori) 

 

 933 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *