Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot Dibakar Buruh, Bambang Widodo Umar : Polisi Kurang Perhitungan!

  • Share
IMG-20170501-WA0024
Tampak massa buruh membakar karangan bunga papan untuk Ahon-Djarot di depan Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan. (Ist)

JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM- Karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ditumpuk oleh para buruh di tengah Jalan Medan Merdeka Selatan.
Setelah ditumpuk di jalanan kemudian massa buruh mulai membakar karangan bunga tersebut, sontak api menjalar dengan begitu cepat, udara panas dan asap mulai menyelimuti tempat itu.
Menurut pengamat Kepolisian Profesor Bambang Widodo Umar, aksi pembakaran karangan bunga ini terjadi akibat tidak dikaji sebelumnya oleh pihak Kepolisian khususnya anggota Intelijen. Hal ini tidak terlihatnya mobil pemadam kebakaran (Damkar) di lokasi tempat berkumpulnya massa buruh.

 

Prof.DR.Bambang Widodo Umar,SH.MH
Pengamat Kepolisian Profesor Bambang Widodo Umar. (Ist)

Bambang mengungkapkan, jika dampak pembakaran ini dapat menimbulkan kecemburuan sosial khususnya pendukung Ahok yang telah bersusah payah mengirimkan karangan bunga itu.
“Saya sangat menyayangkan aksi pembakaran ini, ada indikasi petugas kurang perhitungan dan lemah dalam membaca situasi, buktinya tidak ada mobil pemadam yang standby. Jika sudah terjadi demikian pasti dalilnya ada kumpulan massa hal itu merupakan “Police Hazard”,” ujar Bambang Widodo Umar kepada Deteksionline.Com di Jakarta, Senin (1/5/2017).
Apalagi disela-sela pembakaran itu tampak beberapa massa buruh membentang dan memasang poster pasangan Gubernur-Cawagub terpilih Anies-Sandi.
“Aksi pembakaran ini bisa menimbulka kecemburuan sosial, ada pasangan Cagub-Cawagub terpilih juga dipasang oleh massa buruh. Sebagai anggota kepolisian hal semacam ini harusnya bisa dicegah. Jadi jangan menggampangkan segala sesuatu dengan asumsi ‘ah gak apa-apa dibakar, toh apinya mudah dipadamkan kok’, ” tegas Bambang.
Bambang mengingatkan agar hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi pihak Kepolisian untuk lebih jeli membaca situasi, karena dapat membuka celah bagi oknum provokator untuk beraksi.
“Jadikan pembakaran karangan bunga ini sebagai pembelajaran para intel Polri, bijak dan tanggap dalam bertugas dapat mencegah aksi kericuhan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa” tutup Bambang. (DOL)

 533 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *