IPW : Teroris Makin Nekat, Polisi Harus Cermat

  • Share
IMG_20170409_145741
Para terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan oleh petugas Sensus 88. (Ist)
JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM- Aksi penyerangan terhadap polisi di Tuban Jawa Timur menunjukkan bahwa kelompok teroris di negeri ini semakin nekat. Untuk itu Polri perlu mencermati fenomena ini agar polisi di jajaran bawah tidak terus menerus menjadi korban serangan balas dendam para teroris.
Ind Police Watch (IPW) menilai ada lima fenomena yang muncul dari serangan teroris di Tuban. Pertama, meski tidak profesional dan sangat tidak terlatih, para teroris tersebut nekat berangkat dari Semarang menuju Tuban dan melakukan serangan kepada polisi yang sedang bertugas di lapangan.
Kedua, dari barang barang yang disita di mobil pelaku terlihat bahwa logistik atau amunisi yang mereka miliki cukup banyak, sehingga patut menjadi pertanyaan siapa yang memasok amunisi tersebut.
Ketiga, rasa setia kawan dan kepatuhan para teroris terhadap atasannya sangat tinggi, sehingga rela mengorbankan nyawanya untuk melakukan serangan balas dendam hanya karena temannya ditangkap polisi, padahal mereka sendiri tidak mumpuni dalam menggunakan senjata api. Terbukti tembakannya tidak satu pun mengenai sasaran.
Keempat, polisi perlu menelusuri apakah benar para pelaku adalah bagian dari keluarga besar teroris yang sebelumnya sudah tewas dalam berbagai penangkapan yang dilakukan polisi di berbagai tempat beberapa waktu lalu.
Kelima, serangan teroris kali ini dilakukan dalam kelompok besar. Yakni enam anggota teroris melakukan serangan dengan menembak ke arah polisi yang berjaga di Pos Black Spot Sat Lantas Res Tuban. Beruntung, kedua polisi yang ada di tempat itu tidak terkena tembakan para teroris.
“Saya jabarkan ada lima fenomena yang timbulkan dari serangan nekat para terduga teroris itu, untuk itu bagi personel polisi yang bertugas di lapangan untuk lebih cermat dan siaga” ujar Presideum IPW Neta S Pane dalam siaran persnya kepada Wartawan di Jakarta, Minggu (9/4/2017).
Neta kembali menjelaskan bahwa serangan dalam kelompok besar itu patut dicermati. Apalagi aksi penyerangan terhadap Polisi ini dilakukan pasca polisi menangkap Zainal Anshori, pimpinan jaringan JAD di Lamongan. Sementara pelaku penyerangan diduga jaringan JAD wilayah Semarang yang diketuai oleh Fauzan Mubarok.
“Solidaritas jaringan ini patut dicermati agar tidak menjadi ancaman serius ke depan,” jelas Neta.
Dengan tegas IPW memberi apresiasi dengan cara kerja Polri yang bekerja cepat melumpuhkan serangan teroris tersebut.
“Aksi cepat Personel Polri dalam melumpuhkan pelaku kemarin patut kita apresiasi, jika tidak segera dilumpuhkan sudah pasti akan jatuh korban jiwa baik dari Polri maupun sipil,” Tutup-nya. (Yori)

 670 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *