Rekrut dan Karyakan Hacker Handal, IPW: Polri Patut Dapat Apresiasi

  • Share
IMG-20161109-WA0045
Presideum IPW Neta S Pane. (Ist)
JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM- Rencana Polri yang ingin merekrut SH (19) alias Haikal, peretas 4.600 situs online, patut diapresiasi. Apalagi saat ini Polri baru membentuk unit kerja baru, yakni Direktorat Cyber Crime yang perlu didukung penuh oleh figur-figur profesional di bidang cyber.
Ind Police Watch (IPW) menilai ke depan tantangan Indonesia dalam menghadapi kejahatan cyber semakin kompleks dan canggih. Saat ini saja Indonesia sudah dihadapkan pada maraknya sejumlah kejahatan cyber, seperti pembobolan bank, pembobolan kartu kredit, pembobolan belanja online, kejahatan seks anak, pornografi, pelacuran online, perjudian online, isu sara di medsos, propokasi via medsos, kejahatan peretasan, terorisme dan lainnya.
Dalam menghadapi semua ini Cyber Crime Polri tentu tidak bisa bekerja sendiri, apalagi jika melihat masih terbatasnya jumlah personil kepolisian.
“Tugas Polri saat ini semakin kompleks, oleh sebab itu Polri perlu didukung oleh komunitas komunitas masyarakat cyber yang piawai dan profesional di bidangnya,” ujar Presideum IPW Neta S Pane dalam siaran persnya kepada Wartawan di Jakarta, Sabtu (8/5/2017).
Neta mengungkapkan bahwa figur-figur seperti Haikal perlu dibina, direkrut dan diarahkan untuk membantu Polri dalam memerangi dan memberantas kejahatan cyber. Seperti saat ini misalnya, pemerintah kesulitan dalam memberantas pornografi dan “perang SARA” di dunia maya, dengan terlibatnya figur figur seperti Haikal di Cyber Crime Polri.
“siapa tahu mereka bisa memburu dan meretas serta menutup semua situs pornografi dan situs SARA yang kian marak meracuni masyarakat. Selain itu, ¬†dengan pengalaman Haikal yang sudah berhasil meretas ribuan situs tentunya “ilmunya” bisa dimanfaatkan kalangan perbankan atau jaringan bisnis online untuk melindungi diri dari para petualang dan peretas,” ungkap Neta.
Neta kembali menegaskan bahwa dengan direkrutnya oleh Polri diharapkan Haikal tidak jatuh ke tangan pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Setidaknya Haikal tidak pergi ke luar negeri direkrut negara lain. Tapi setelah selesai menjalani masa hukuman Haikal bisa diajak untuk membantu Polri dan berbakti bagi negara.
“Jangan sampai Haikal jatuh ke tangan ¬†asing, saya sangat yakin Haikal dan kawan-kawan akan sangat membantu Polri dan lembaga lainnya dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi di negeri ini,” jelas Neta.
Neta menambahkan jika ke depan dunia tampaknya akan dipenuhi kemajuan teknologi informasi yang luar biasa. Perkembangan ini tentunya akan diikuti oleh tingkat kejahatan yang luar biasa canggih pula, dengan sistem IT yang tinggi, yang jika tidak segera diantisipasi tentu akan menjadi ancaman tersendiri bagi sistem keamanan maupun sistem lainnya di negeri ini.
“Kedepan perkembangan IT makin canggih, teknologi terbarukan akan tercipta oleh karena itu perlunya membangun sistem antisipasi agar bang kita terjaga dari serangan bangsa asing,” tambahnya.
Sebelumnya institusi Polri sudah mengantisipasi perkembangan teknologi ini dengan membentuk Direktorat Cyber Crime mulai tahun 2017. Untuk itu kini Polri sedang membangun sistem dan rekrutmen dari tenaga yang handal dibidang IT guna menangkal serangan asing. (Yori)

 528 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *