Close
IMG-20170407-WA0039
Tampak Ribuan buruh PT.Freeport tuntut Sudiro bebas dari Dakwaan. (Ist)

TIMIKA,DETEKSI ONLINE.COM- Papua- Dalam proses persidangan terdakwa Pimpinan Unit Kerja SPKEP SPSI PT. Freeport, Sudiro, ribuan massa mengepung Pengadilan Negeri (PN) Timika pasa Kamis, 6 April 2017 kemarin.

Diketahui sidang tersebut  mengagendakan acara pembacaan Eksepsi oleh Tim Penasehat Hukum Terdakwa Sudiro yakni Bernadus Wahyu Herman Wibowo, Petrus Selestinus, Ari Lazuardi dan Marten Aman Saman.

“Sebelum sidang dibuka sempat terjadi insiden yang nyaris mengarah ke kontak fisik antara seribuan pendukung Terdakwa Sudiro dengan kelompok Virgo Salosa, mantan Pengurus Cabang SPSI Mimika yang dalam perkara pidana ini bertindak sebagai saksi Pelapor,” ujar salah satu pengacara terdakwa, Petrus Selestinus melalui keterangannya.

Menurut Petrus, kemarahan massa angota PUK SPKEP SPSI  PT. FREEPORT yang berjumlah sekira 18.000 anggota dan khusus untuk unit PUK SPSI Freeport berjumlah sekitar 10.000 anggota, lantaran yakin bahwa kasus pidana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum tersebut adalah buah dari rekayasa dan konspirasi.

“Konspirasi itu terjadi antara pimpinan PT. FREEPORT dengan sejumlah petinggi Polri di Papua untuk membungkam gerakan Sudiro dan PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT yang dikenal sangat militan membela10.000 buruh PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT, tidak mau kompromi untuk hal-hal yang sifatnya membangun KKN asal mau mengkhianati perjuangan buruh yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT,” tegasnya.

Dikatakan Petrus, dengan merekayasa tuduhan penggelapan uang iuran anggota PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT dan kemudian memenjarakan Sudiro, maka Sudiro akan dengan mudah didepak dari jabatannya sebagai Ketua UPK SPKEP SPSI PT. FREERPORT.

Oleh karena itu untuk menyingkirkan Sudiro dari jabatan Ketua PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT yang dikenal militan membela kepentingan Pekerja alias tidak mau dibeli untuk memperlemah perjuangan PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT, satu-satunya jalan adalah membangun konspirasi tingkat tinggi.

“Mereka mencoba menguasasi kekuatan petinggi hukum di Jayapura dan Timika, untuk mengkriminalisasi Sudiro, SPSI dan seluruh pekerja yang bernaung dan berjuang melawan PT. FREEPORT dibawah bendera PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT,” jelasnya.

Menurut Petrus, hal yang menarik dari sikap militan pekerja yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI PT. FREEPORT adalah pengumpulan tandatangan surat jaminan dari istri-istri anggota PUK SKEP SPSI PT. FREEPORT dan istri simpatisan Sudiro dan SPSI untuk meminta penangguhan penahanan Sudiro.

“Setelah dalam sidang hari ini Majelis Hakim secara tegas menolak permohonan penangguhan Sudiro yang diajukan Tim Penasehat Hukum Terdakwa tanpa alasan yang sah,” imbuhnya.

Dikatakan Petrus, barisan Ibu-Ibu pendukung Sudiro yang mengenakan seragam kaus warna merah itu bertuliskan “KALO KO KORE KO RASA” yang artinya “kalau kau ganggu kami, kami akan bereaksi” dan reaksi diberikan itu tetap dalam koridor dan secara konstitusional bertujuan mengeluarkan Sudiro dari tahanan dengan jaminan 1000 penandatangan dari Ibu-Ibu yang tergabung dalam semangat dan filosofi  “KALO KO KORE KO RASA”.

“Agenda konstitusional lainnya adalah pada persidangan berikutnya KALO KO KORE KO RASA” akan menduduki Kantor Pengadilan Negeri Timika, jika Sudiro belum ditangguhkan penahannya. Hakim yang menahan Sudiro dianggap oleh Ibu-Ibu “KALO KO KORE KO RASA” sebagai tidak mengerti perjuangan buruh, tidak mengerti kahekat SPSI sebagai wadah perjuangan mitra pemerintah dalam membangun bangsa ini,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!