Langkah Mantap Kasat Lantas Metro Bekasi Dalam Menanggulangi Kemacetan

  • Share
AKBP I Nengah Adi Putra
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP I Nengah Adi Putra SIK. (Ist)
BEKASI,DETEKSIONLINE.COM- Permasalahan kemacetan Kota Bekasi beberapa tahun belakangan ini sempat menjadi momok yang menakutkan bagi pengendara dan pejalan kaki warga Bekasi. Akibat tingginya angka kemacetan ternyata secara tidak langsung berpengaruh pada psikologi pengguna di jalan raya khususnya para sopir angkutan umum, yang tanpa sadar atau tidak sadar sering memacu laju kendaraannya tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya. Sebagai contoh akibat kemacetan ini dapat menurunkan omsetnya, jika sudah demikian maka sang sopir terkadang jadi lepas kendali, berkendara  dengan ugal-ugalan serta melakukan manuver yang bukan pada tempatnya jelas ini sangat membayakan diri sendiri dan sekitarnya.
Menurut keterangan Kepala Satuan Lalu lintas Kota Bekasi Ajun Komisaris Besar Polisi I Nengah Adi Putra Sik bahwa permasalahan kemacetan dan transportasi kota Bekasi dapat diselesaikan melalui beberapa langkah. Antara lain;
1.  Memperlancar sistem pergerakan melalui penerapan kebijaksanaan rekayasa dan manajemen lalulintas,
2. Meningkatkan pertumbuhan prasarana transportasi terutama dengan memaksimalkan pemanfaatan prasarana yang ada dan belum berfungsi dengan semestinya. Misalnya dengan membangun jaringan jalan baru atau melebarkan jalan yang sudah ada. Cara ini tidak mungkin dilakukan terus menerus sesuai dengan kebutuhan. Pelebaran jalan ada batasnya, karena pada batas tertentu akan berhadapan dengan masalah ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat berat, kecuali dengan pengorbanan yang sangat besar,
3. Memperlambat tingkat pertumbuhan kebutuhan transportasi dengan cara mengatasi tingkat urbanisasi yang tinggi dengan pembangunan kota–kota satelit atau kota baru, serta pengaturan pusat kegiatan yang membangkitkan pergerakan.
“Jadi untuk menurunkan angka kemacetan itu ada teorinya, nah kami sekarang lakukan adalah mempraktekan teori tersebut dengan cara melakukan survey lapangan dan melakukan upaya rekayasa lalu lintas, berangkat dari sanalah maka kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal Dishub Kota Bekasi untuk sama-sama bekerja dalam  merampungkan permasalahan ini,” ujar AKBP I Nengah Adi Putra Sik dalam siaran persnya kepada Deteksionline.com di Bekasi, Kamis (30/3/2017).

Nengah mengungkapkan bahwa pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bekasi saat ini sudah sangat tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan. Hal tersebut membutuhkan upaya optimalisasi di bidang rekayasa lalu lintas sehingga kemacetan dapat diminimalisir sekecil mungkin. Seperti,  Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan protokol dan jalur akses utama keluar masuk Kota Patriot Bekasi melalui pintu tol Bekasi Barat. Untuk itulah dalam program Road Safety Partnership Action (RSPA) , di mana Jalan Ahmad Yani ditetapkan sebagai Kawasan Tertib Lalu lintas ( KTL).

Agar maksimal dalam statusnya sebagai KTL, diperlukan upaya-upaya rekayasa lalu lintas, antara lain melengkapi sarana dan prasarana yang memadai termasuk rambu dan marka jalan, pengaturan mekanisme arus lalu lintas secara situasional, jangka pendek , jangka menengah dan panjang.

“Karena angka pertumbuhan kendaraan sudah tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan maka kami harus membuat program secara ketat sehingga ketertiban dalam berlalu lintas dapat terlaksana dengan baik. Nah untuk jalan A Yani, Kami telah jadikan kawasan tersebut sebagai Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) lebih jelasnya lagi ini jadi kawasan percontohan untuk tertib berlalu lintas,” terang Nengah.

Keberadaan  dan berhasilnya kegiatan rekayasa lalu lintas ini, tidak terlepas dari proses sinergitas antar instansi yang tergabung dalam forum lalu lintas. Antara lain, Satlantas Polres , Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Satpol PP untuk memberikan masukan-masukan kepada pemerintah tentang upaya-upaya rekayasa lalu lintas.

“Saya mau tegaskan bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri. Artinya ketika program ini ada dan berhasil itu karena ada kerjasama yang solid antara kami dengan satuan kerja di Pemerintah Kota  Bekasi,” tegasnya.

Kegiatan rekayasa lalu lintas akan  dilaksanakan terus memerus mengikuti perkembangan situasi. Beberapa hasil perekayasaan yang sudah ada dan dilaksanakan antara lain red area pada traffic light yang memungkinkan pengemudi kendaraan roda dua berhenti pada garis terdepan pada traffic light tanpa melewati garis stop. Kemudian penutupan persimpangan (simpang empat Kayuringin), perataan jalan menghilangkan pembatas jalur lambat dan jalur cepat .

Ke depan, Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polresta Bekasi Kota akan mencoba membuat kanalisasi untuk kendaraan roda 2 pada ruas-ruas tertentu sepanjang Jalan Ahmad Yani dan mengusulkan untuk dibuat pagar pada median jalan untuk “memaksa” penyeberang jalan agar menyeberang melalui Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO ) sehingga diharapkan Jalan ahmad Yani benar-benar menjadi jalan yang ideal, tertib , rapih dan elok dilihat.

“Selama menjabat sebagai Kasat Lantas Polrestra Bekasi ini maka saya akan berusaha semaksimal mungkin mengabdi tanpa henti bagi keamanan dan kenyamanan warga Bekasi,” tutup Nengah. (Yori/Ulis) 

 1,349 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *