Close
91043_Ahok-Jarot
Pasangan calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta nomor Urut dua, Basuki-Djarot. (Ist)

Jakarta,Deteksionline.com– Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang saat ini aktif sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rencananya hari ini, Jum’at (24/3/2017) akan melakukan silahturahmi dengan seluruh warga NTT yang ada di Jakarta Selatan.

Sekertaris DPD PDIP NTT, Nelson Obet Matara mengatakan, tujuan silahturahmi tersebut untuk satukan kekuatan mendukung pasangan calon nomor urut dua Basuki T Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat (Basuki-Djarot).

“Besok acaranya. Kita kumpul masyarakat NTT yang ada di Jakarta Selatan. Kita kumpul dan makan bersama serta satukan kekuatan mendukung Ahok-Djarot untuk memenangkan Pilgub 19 April. Hanya itu besok,” ujar Nelson di Jakarta, Kamis (23/3/2017) kemarin.

Menurut Wakil Ketua DPRD Propinsi NTT bagian infrastruktur dan Ekonomi ini, kegiatan ini merupakan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Lanjut Bakal Calon Bupati Kabupaten Kupang ini, setelah mendapatkan instruksi tersebut, pihaknya kemudian menginisiasi semua stakeholder yang ada sehingga acaranya berjalan sesuai yang diagendakan.

“Kegiatan ini atas instruksi DPP PDIP. Inisiasinya saya sebagai pimpinan DPRD Propinsi NTT dan seluruh teman-teman yang bergabung di dalamnya. Kita kumpul bersama dan kita bicara untuk dukung Ahok-Djarot besok,” terangnya.

Selain persatukan kekuatan warga NTT yang ada di Jakarta Selatan, Nelson juga memberikan komentar cukup keras soal kampanye provokatif yang melarang pemimpin non-muslim memimpin DKI Jakarta.

Nelson pun mencontohkan para pemimpin di NTT yang tidak mempersoalkan latarbelakang agama tetapi lebih mengedepankan persatuan dalam perbedaan, karena keberagamaan itu adalah kekayaan patut disyukuri.

“Kalau kami orang NTT itu perbedaan adalah kekayaan. Bukti kita orang NTT ketua DPRD NTT itu orang islam (Muslim). Pikiran kami nasionalis itu selalu ada. Itu dari kami. Untuk urusan SARA itu dinamika politik,” jelasnya.

“Prinsip kami orang NTT itu agama islam agamamu, agama kristen agamaku. Masih menjalankan ibadah masing-masing. Perbedaan itu ada dan itu menjadi kekayaan kita bersama. Itu prinsip kami. Makanya ketua DPRD dari muslim,” tambahnya.

Salah satu kader Megawati Soekarno Putri ini pun meminta rakyat NTT yang ada di Jakarta supaya tidak berpikir primordial dalam memilih pemimpin melainkan berpikir nasionalis.

“Saran saya, kita rakyat NTT di Jakarta, tidak usah berpikir primordial lah, berpikir nasionalis. PDIP sebenarnya rumah besar kaum nasionalis. Mari kita bergabung disitu. Sebenarnya isu SARA itu kepentingan politik. Mari kita diskusi bersama bagaimana kita melibatkan diri dalam pilkada putaran kedua pada 19 April mendatang,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!