Close
Kapolda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya Irjend Pol M. Iriawan. (foto: Ist)

JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu dalam pemungutan suara di Pilkada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada 15 Februari mendatang. Menurutnya, jika nanti ditemukan orang tersebut akan diproses secara hukum.

“Saya imbau agar pemilih tidak menggunakan KTP palsu, atau mengaku sebagai orang lain untuk ikut mencoblos di TPS. Bila dapat menggunakan dapat diproses secara hukum dengan ancaman paling singkat 24 bulan, paling lama 72 bulan. Pasal 178 UU pilkada,” ujar Irjen Pol. M. Iriawan di Markas Komando Daerah Militer Jaya, Jl. Mayjend Soetoyo, Jakarta Timur, Senin (13/2/2017).

Tak hanya itu, ia pun mengimbau kepada masing-masing pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta beserta tim suksesnya agar tidak melaksanakan kampanye di masa tenang Pilkada DKI. Masa tenang diketahui mulai tanggal 12-14 Februari 2017.

“Agar pada sisa masa tenang ini, paslon dan tim kampenye untuk tidak melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun,” pintanya.

Apabila ditemukan adanya kegiatan kampanye, mantan Kapolda Jawa Barat ini dengan tegas hal itu dapat diproses secara hukum.

“Jika terjadi maka dapat diproses secara hukum dengan ancaman paling singkat 15 hari, paling lama tiga bulan, sesuai pasal 187 UU No 10 tahun 2016 atau UU pilkada,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti mengatakan, pihaknya bersama jajaran Satpol PP yang dibantu Polri dan TNI sudah menurunkan alat peraga kampanye.

“Pada 11 Februari tepat pukul 11.59 WIB, seluruh jajaran pengawas pemilu, bersama Satpol PP, Polri dan TNI serta Pemprov sudah bekerja sama menurunkan alat peraga kampanye agar siap didistribusikan esok hari,” ucapnya.

Ia pun mengimbau kepada tim kampanye, relawan dan simpatisan untuk tidak mengulangi lagi atau memasang alat peraga apapun di masa tenang.

“Dari informasi masyarakat sudah dibersihkan tapi dipasang lagi atau dipasang ditempat yang dilarang undang-undang. Maka saya mengajak dimasa tenang sudah tidak diperkenankan untuk memasang alat peraga di seluruh daerah Jakarta,” tutupnya. (Yori/Ulis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!