Close

 

IMG-20170123-WA0031
Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe. (foto; Ist)

JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM – Komentar Basuki Tjahja Purnama (Ahok) terkait kesaksian Ketua umum MUI KH Ma’aruf Amin pada persidangan kasus penistaan agama lalu berbuntut panjang. Pasalnya Ahok mengeluarkan statemen bahwa ada percakapan via telepon antara Ma’aruf Amin dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe menyayangkan sikap Ahok yang terlalu cepat mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan kontroversial kemudian lahirlah persoalan baru.

“Harusnya Ahok bisa lebih bijaksana dengan tidak mengucapkan peryantaan-pernyataan yang justru menimbulkan kontoversial,” ujar Ramses kepada Deteksionline.com di Jakarta, Rabu (1/2/2016).

Ramses menjelaskan bahwa dalam situasi bangsa seperti sekarang ini semua pihak harusnya mampu menahan diri dan  berusaha untuk menjadi seorang negarawan. Jika ada saksi didalam sebuah persidangan yang dianggap tidak kredibel, maka ada mekanisme peradilan yang bisa ditempuh tanpa harus membuat membuat gaduh.

“Dalam sebuah persidangan jika ada saksi yang tidak kredibel maka ada jalur legal yang bias ditempuh agar semua bias berjalan dengan koridor hokum yang berlaku di bangsa ini,” jelas Ramses.

Menurut Dosen Universitas  Mercu Buana Jakarta ini, bahwa bangsa ini telah kehilangan sosok negarawan akibatnya hal sederhana dibuat sulit bahkan juga gara- gara harus dicari demi memperkeruh suasana.

“Jujur saya katakan bangsa ini telah kehilangan sosok Negarawan, semua pihak lebih mementingkan politik sktrian ketimbang negarawan,” tegas Ramses.

Ramses menambahkan bahwa empati publik terhadap Ahok cukup tinggi terhadap kasus yang menimpanya seharusnya empati publik ini diselaraskan Ahok dalam setiap perkembangan persidangan sehingga tidak menimbulkan kontroversial.

“Ahok harusnya jeli melihat ini, jadikan setiap sidang yang ia hadapi menjadi momen untuk menselaraskan untuk tidak menciptakan persoalan baru,” tambahnya.

Ramses berharap agar  semua pihak harus mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi hal-hal yang justru merenggangkan nilai-nilai perdamaian di bangsa ini. (Yori)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!