API : SBY Kerap Reaktif Disinyalir Disusupi Penyusup Sesat

  • Share
sby-tunjuk-jari
Mantan Presiden RI SBY. (Ist)

Jakarta,deteksionline.com Akhir-akhir ini mantan Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY kerap reaktif dalam menanggapi berbagai isu bahkan berita hoax yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai sikap SBY yang cenderung reaktif belakangan ini terutama dalam menanggapi isu-isu liar atau berita hoax bisa saja terjadi akibat masukan para penyusup yang hendak menjatuhkan SBY dan merusak partai Demokrat secara masif.

“Pak SBY memang terlihat reaktif belakangan ini, bisa jadi situasi ini karena adanya masukan sesat para penyusup yang hendak menjatuhkan SBY dan merusak partai Demokrat secara masif” ujar Maksimus Ramses Lalongkoe dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Bagaimanapun juga kata Ramses, SBY pernah memimpin bangsa Indonesia selama 10 tahun. Selama 10 tahun itu tentu ada pembangunan yang dirasakan masyarakat Indonesia yang meskipun tidak semuanya harus memuaskan.

Menurut Ramses, Ketua Umum Partai Demokrat itu reaktif tidak bisa berdiri sendiri. Artinya sebelum SBY berbicara pasti ada masukan-masukan dari orang-orang lingkaran SBY sendiri. Masukan orang-orang lingkaran dalam ini bisa saja telah disusupi penyusup yang intinya hendak menjatuhkan SBY termasuk partai Demokrat secara sistematis dan masif.

“Analisa saya bisa jadi ada penyusup sesat yang tidak diketahui dan lolos dari pantauan SBY. Mereka memberi masukan salah dengan tujuan untuk menjatuhkan SBY dan Partai Demokrat secara sistematis dan masif,” papar Dosen Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta ini.

Untuk itu Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini menyarankan, SBY harus benar-benar selektif terhadap segala masukan orang-orang lingkaran SBY sendiri, sehingga informasi-informasi yang diperoleh SBY benar-benar informasi akurat.

Ia juga menyarankan agar ke depannya SBY tidak perlu terlalu reaktif terhadap segala macam tuduhan hoax yang dialamatkan kepadanya sehingga tidak menimbulkan reaksi berlebihan dari publik. (Red)

 3,185 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *