Close
ILUSTRASI-KETOK-PALU
Ilustrasi.

Sidang Notaris Palsukan Akta Otentik, Pensiunan Jenderal Polisi Menjadi SaksiJakarta,deteksionline.Com Pengadilan Negeri(PN) Cibinong kembali menggelar persidangan lanjutan kasus pidana akta otentik dengan terdakwa Makbul Suhada SH, notaris di Cibinong Bogor, Jawa Barat.

Persidangan tersebut mengagendakan pemeriksaan tiga orang saksi yaitu Irjen Pol (Purn) Heru Susanto, Tri Rahardian Sapta Pamarta (anak kandung Heru) dan Soejono (pengacara Heru).

Dalam kesaksiannya Irjen Pol (Purn) Heru Susanto menyatakan, dirinya telah membeli sebuah rumah toko(ruko) senilai Rp 4,5 milair yang ditawarkan oleh Suwarno. Sedangkan, proses pembelian itu,  Heru Susanto mengaku membeli ruko di Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan dengan cara mencicil.

“Pembayaran bukan langsung kepada pemilik Ruko Haryanto Latif, namun Suwarno karena saya kenal dan ada kesepakatan,” kata Heru.

Rupanya, jelas Heru, persoalan muncul akta pembatalan atas kuasa menjual dari Notaris Makbul, pada 9 Februari 2007.

“Saya pun mengajukan gugatan perdata dan menang hingga kasasi.Bahkan PK (peninjauan kembali) pun kami kalah. Saya sudah pegang kunci, sertifikat namun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan kami mau balik nama ditolak Badan Pertanahan,” jelasnya.

Heru menambahkan, malah dirinya dilaporkan kasus dilaporkan ke Polda Metro Jaya.Namun, kasusnya dihentikan(SP3).

“Karena saya punya bukti kwitansi pembayaran, juga kemenangan gugatan perdata saya di PN Jaksel. Saya juga dilaporkan ke Mabes Polri,” paparnya.
Hakimpun bertanya soal akta otentik yang dipalsukan notaris Makbul, Heru justru silahkan bertanya ke notaris.

“Saya tidak menyuruhnya, dan itu urusan notaris. Juga soal jual beli Ruko itu saya serahkan anak saya, Tri Rahardian,” jawab Heru.

Sementara itu, Bonar Sibuea, pengacara Hariyanto Latifah menjelaskan keterangan yang diberikan Irjen Pol. (Purn) Heru Susanto banyak menyimpang dan tidak benar. Sebenarnya, itu bukan jual beli.Namun baru pengikatan jual beli. Saksi mengaku sendiri tidak membayar kepada pemilik Ruko Haryanto Latifah. Jadi pemilik sah masih Haryanto Latifah.

“Soal kunci dan sertifikat yang diterima Heru, itu cuma dititipkan sesaui kesepakatan dan ada tanda bukti terimanya. Seharusnya dikembalikan sebagai barang titipan kepada Haryanto,” katanya di Jakarta, Jumat (13/01/2017).

Sedangkan,  gugatan perdata, pengacara Bonar mengarakan Harijanto juga menang sampai PK di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Nah, sekarang putusan mana yg mau dipakai? Ini unik karena ada 2 putusan PK dalam perkara perdata.  Juga Akta pembatalan terhadap Surat Kuasa Menjual dibuat oleh Notaris Makbul karena notaris tahu memang belum dibayar,” jelasnya.

Sidang kasus pidana akta otentik dengan terdakwa Makbul Suhada SH mengakui perbuatannya salah dengan membuat akta pembatalan terhadap surat kuasa menjual ruko di Jalan Pasar Minggu Kalibata Jakarta Selatan, tanpa persetujuan pemilik akta yang sah Haryanto Latifah. Bahkan notaris senior di Cibinong ini menandatangani akta pembatalan sehingga merugikan pemilik seritifikat asli.

“Saya akui pak ketua, kami yang membuat sekaligus meneken akta pembatalan penjualan ruko itu tanpa persetujuan saksi korban. Saya khilaf, saya lalai pak ketua. Bahkan saya membuat surat pernyataan intinya dan apabila ada yang tidak sesuai (dalam jual beli) maka batal demi hukum,” papar terdakwa Makbul.Dalam surat pernyataan itu, notaris Makbul mengaku diperintah Heru Sutanto, namun tiba-tiba dibantah dipersidangan. Akibat perbuatan itu, Terdakwa Makbul juga mengakui akibat perbuatannya telah kena skorsing dari organisasi Notaris selama 3 bulan tidak boleh menjalankan praktek notaris. (Sapuji/Yori)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!