Close

 

img-20170111-wa0022
Ketua PFI, Lucky Pransiska saat menceritakan kronologi persoalan di balai wartawan Polda Metro Jaya.

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM: Pewarta Foto Indonesia (PFI) resmi membawa pemilik akun Facebook, Eko Prasetia ke dalam jalur hukum. Mereka pun melaporkan Eko ke Polda Metro Jaya, Rabu (11/1/2017).

Ketua PFI, Lucky Pransiska mengatakan, proses ini menindaklanjuti postingan Eko dalam facebooknya yang menuding pewarta foto dalam sidang dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)sebagai tim cyber atau buzzer.

“Apa yang dilakukannya sudah mencoreng citra jurnalis dan merendahkan kami,” kata Lucky di balai wartawan Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017), yang saat menceriitakan persoalan didampingi Ketua Forum Wartawan Polda (FWP) Naek Pangaribuan.

Lucky sendiri mengaku tak masalah jika Eko sudah meminta maaf. Namun, proses hukum terus berlangsung.

“Proses hukum kami tetap jalankan dan serahkan ke pihak kepolisian,” kata Fransiskus.

Menurutnya, apa yang dikatakan Eko bukan hanya menyinggung komunitasnya saja, melainkan seluruh pewarta mulai dari cetak hingga elektronik.

“Sebagai jurnalis, kami punya tanggungjawab sosial yang besar. Terlebih masyarakat sekarang begitu kritis dan cerdas. Kami dituntut sangat berhati-hati menyampaikan informasi.” kata Lucky.

Seperti diketahui, sempat menjadi viral melalui media sosial komentar Eko terhadap pewarta foto yang berkumpul saat menunggu persidangan Basuki. Eko membagikan melalui media sosial dengan menuliskan, “Tim Cyber/buzzer penista agama yang malu dan taku ketahuan tampangnya untk dipublikasikan, turut hadir di persidangan hari ini. Udah seperti PSK asal Cina kelakuannya mereka, pake tutupin muka segala”

Tak lama setelah viral, Eko pun menyampaikan maafnya kepada Pewarta Foto Indonesia. Ia mengaku mendapatkan foto dan keterangan dari postingan netizen bernama Benz Syafe’i. “Saya bersalah karena teledor tidak mengkonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu,” tulis Eko mengklarifikasi. Ia pun langsung menghapus untuk menghindari ketidakbenaran.(dra)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!