Dandim 0503/JB Imbau Agar Tidak Ada Sweping Saat Natal

  • Share
img-20161220-wa031
Dandim 0503/JB Letkol Inf. Wahyu Yudhayana.

Jakarta, deteksionline.com –Komando Distrik Militer (Kodim) 0503 Jakarta Barat (Jakbar) mengimbau kepada Ormas manapun agar tidak melakukan sweping di sentra-sentra bisnis terkait pemakaian atribut Natal oleh karyawan muslim.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Dandim 0503/JB Letkol Inf. Wahyu Yudhayana yang mengatakan akan melakukan penangkapan dan menyerahkannya ke pihak kepolisian apabila masih ditemukan kejadian itu.
“Kalau masih bandel akan kami tangkap dan serahkan ke polisi,” ujarnya Selasa (20/12).
Wahyu menuturkan, bahwa tindakan sweping yang dilakukan itu dinilai merusak kenyamanan dan ketentraman para pengunjung mal, hotel, dan sentra perdagangan lain di wilayahnya, juga akan mengganggu kerukunan umat beragama. Sehingga, tindakn tersebut tidak bisa ditolerir lagi baginya.‎
“Apapun istilahnya, sosialisasi kah, pelaksanaan fatwa kah, tidak boleh ada Ormas yang turun ke lapangan menyisir. Terkait persoalan hukum dan persoalan teknis lainnya, silakan Ormas berkomunikasi dengan polisi atau instansi terkait. Tugas TNI menjaga kerukunan umat beragama, menjaga kebhinekaan yang berarti menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.‎
Sebagai penanda, Kodim akan memasang spanduk ucapan hari Natal ke setiap sentra bisnis di seluruh Jakarta Barat. Bahkan, diakui Wahyu, sebagaian Sentra Bisnis dan hotel sudah dilakukan pemasangan spanduk ucapan tersebut.
“Spanduk spanduk ini sebagian sudah kami pasang. Insya Allah lusa semua sudah terpasang,” ucapnya.‎
 
Wahyu mengakui, dirinya sudah bertemu dengan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI), pihak kepolisian, pengusaha, dan wakil para pekerja mengenai aksi itu.
Selain itu, kata Wahyu pihaknya akan berkoordinasi untuk melakukan pengamanan dan ketentraman perayaan hari natal dengan melibatkan seluruh ormas.‎
“Saya akan sampaikan, kalau ada pengusaha yang memaksa karyawan Muslim memakai atribut Natal saat bekerja, silakan hubungi polisi. Pengusaha seperti itu memang layak ditindak. Tapi kalau karyawannya mengaku atas pilihannya sendiri karena sadar akan masa depan perusahaannya, maka yang mengancam si karyawan akan berurusan dengan TNI dan aparat penegak hukum lainnya,” pungkasnya.(MP)

 452 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *