Agar Demo Ahok Lancar, Polda Siagakan Ribuan Personel Sebagai Penyeimbang

  • Share
small_57ilustrasibrimob
Personel Brimob yang akan diterjunkan guna amankan Demo Ahok pada Jum’at (4/11) mendatang. (Foto:ist)

Jakarta,Deteksionline.com  Jum’at (4/11) mendatang massa yang tergabung dalam ormas Islam akan melakukan demonstrasi terkait pernyataan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal surat Al Maidah ayat 51 sewaktu berada di kepulauan seribu.

Menanggapi demonstrasi tersebut Polda Metro Jaya telah menyiapkan kekuatan yang proporsional atau seimbang agar aksi demo berjalan dengan lancar,aman dan terkendali.

“Jumlah Personel akan kita desain, minimal kekuatannya berimbang dengan massa yang demo. Jika Kemarin kan massanya ada sekitar 5000,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Jakarta, Senin (31/10).

Agar jumlah Personel dapat berimbang Mabes Polri juga akan mengerahkan personel Brimob dari luar Jakarta. Pihak TNI juga akan membackup.

“Soal personel Brimob yang dari luar Jakarta, itu dirunut dari perkiraan intelijen guna mengantisipasi adanya peningkatan jumlah pendemo. Sifatnya itu disiagakan manakala diperlukan kekuatan tambahan, itu Mabes yang punya kewenangan,” ucap Awi.

Awi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan adanya demonstrasi tersebut. Terkait Pengerahan anggota kepolisian yang gencar saat ini semata-mata hanya untuk menjaga keamanan DKI Jakarta dan juga aksi demo itu sendiri.

” Kita tahu bahwa saat ini tengah berlangsung kampanye Pilkada DKI, untuk itu kami (kepolisian) harus betul-betul memperhatikan keamanan dan kenyamanan di DKI Jakarta,” pungkasnya.

Awi mengakui bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak yang akan berunjuk rasa.

“Massa belum kita update. Kemarin demo tanggal 14 (Oktober) ada sekitar 5000, Menurut habib besok Jum’at (4/11) massa pendemo bisa 10 kali (kekuatan massa) lipat,” ungkap Awi.

Selain menyusun kekuatan, polisi juga sudah menyiapkan langkah-langkah dalam mengamankan massa sesuai tahapan-tahapannya. Polri sendiri sudah memiliki prosedur tetap (protap) mulai dari pengerahan Dalmas (Perkap No 16 tahun 2006), penggunaan kekuatan dalam tindakan Polri (Perkap No 1 tahun 2012) dan penanggulangan massa anarki (Perkap No 1 Tahun 2010).

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah sesuai dengan prosedur tetap (protap). Kan ada SOP nya,” tutup Awi.  (Yori/Ulis).

 385 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *