PT DKI Jakarta : Pemblokiran Rekening KPRI RSCM Tidak Sah

  • Share

98wilmar

JAKARTA, DETEKSIONLINE: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyatakan pemblokiran dua rekening milik KPRI RSCM di  Bank Mandiri KCP RSCM dan BCA KCP Sentral Cikini tidak sah.

Ini merupakan salah satu putusan banding PT DKI Jakarta Nomor 308/PDT/2016/PT.DKI Tahun 2016 dalam perkara gugatan KPRI RSCM pimpinan DR Drg Jimmy Mappaile melawan pengurus koperasi bentukan direksi RSM.

Selain itu, PT DKI Jakarta memutuskan bahwa Tergugat (pengurus KPRTI RSCM pimpinan Deden Muhamad Sophian S.KOM) melakukan perbuatan melawan hukum, menyatakan sah menurut hukum kepengurusan KPRI-RSCM di bawah pimpinan/ketua Pengurus/Penggugat untuk periode 2011-2013,  menyatakan tidak sah menurut hukum kepengurusan KPRI-RSCM hasil rapat anggota luar biasa yang dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2014 oleh Para Tergugat.

Pengurus KPRI- RSCM dan menyatakan akan segera memulihkan kondisi koperasi yang mandek selama dua tahun pasca kudeta yang diduga dimotori oleh direksi RSCM tersebut.

Perlu diketahui sebelumnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyidangkan gugatan KPRI – RSCM mengabulkan gugatan penggugat/ Hhakim Ketua Badrun Zaini memutuskan pengurus KPRI – RSCM masih sah menurut hukum dan pengurus baru dianggap melakukan perbuatan melawan hukum. Sekaligus memutuskan tidak sah pengurus koperasi hasil rapat anggot5a luas biasa yang dilaksanakan pada 24 Januari 2014 oleh para tergugat.

Gugatan dilayangkan lantaran direksi secara sepihak telah mengambil alih kepengurusan KPRI  sebelumnya tanpa melalui mekanisme sebenarnya sesuai anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART).

Kuasa hukum penggugat, Wilmar Sitorus, SH ketika menerima kunjungan pengurus KPRI drg Jimmy  mengatakan sudah asepantasnya PT memenangkan gugatan karena sesuai dengan Undang-Undang nomor 17 Tahun 2012, pengambil alihan kepengurusan melalui rapat luar biasa yang diprakarsai jajaran direksi dinilai liar.  Menurutnta para ergugat telah mengangkangi UU No 17 Tahun 2012/

Atas putusan PT DKI tersebut pengurus KPRI RSCM yang sah segera menyutai dua bank yang melakukan pemblokiran rekening, yakni  Bank Mandiri KCP RSCM dan BCA KCP Sentral Cikini.

Seperti diketahui ikhwal persoalan bermula ketika masa kepengurusan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), RSCM 2011 – 2013 yang diketuai Dr Drg Andi Jimmy Mappaile akan berakhir. Namun, sebelum pemilihan kepengurusan baru, tiba-tiba muncul surat keputusan pengurus KPRI RSCM yang intinya menobatkan Deden Muhammad Sophian selaku ketua tim Pemilu KPRI RSCM periode 2013 – 2016.

Selanjutnya, dengan kewenangan yang tak sesuai AD/ART tersebut, Deden mengundang Dirut RSCM Dr Dr Czerena Heriawan Soejono dan anggota KPRI RSCM untuk mengadakan Rapat Anggota Luar Biasa pada 24 Januari 2014.

Dalam rapat yang langsung dikukuhkan Dirut RSCM tersebut terpilihlah Dr Sukamto, Sp PD-KAI yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan RSCM. Mestinya yang mengukuhkan suku dinas koperasi Jakarta Pusat. Ini salah kaprah.

Setelah kepengurusan liar tersebut terbentuk, sore itu juga sejumlah pegawai keamanan mengusir karyawan koperasi dan kemudian melakukan penggembokan kantor koperasi serta menutup akses masuk menuju kantor yang merupakan gedung milik koperasi.

Atas peristiwa itu, pada 25 Januari 2014 dinihari, para pengurus yang sah melaporkan peristiwa perusakan tersebut ke Polres Jakarta Pusat (Jakpus). Polisi sudah menetapkan para terlapor sebagai tersangka.

PT DKI juga menyatakan para Pembanding semula para Tergugat untuk membayar biaya perkara ini dalam dua tingkat peradilan secara tanggung renteng, yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp. 150.000. (ul/hen)

 759 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *