Penistaan Al Quran Dilaporkan ke Polisi, Ahok Bakal Batal Ikut Pilkada

  • Share
jamal-yamani
Jamal Yamani, Sekjen ACTA

JAKARTA, DETEKSIONLINE: Naga-naganya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, batal jadi petahana Pilkada Jakarta 2017. Ini terkait derasnya laporan anggota masyarakat ke polisi dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta terkait dugaan penistaan agama. Bahkan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan (MUI-Sumsel) ikut menjerat Ahok.

Pengacara yang tergabung di organisasi Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Bawaslu dan Mabes Polri. Begitu juga Pimpinan Pusat Pemuda (PPP) Muhammadiyah dan MUI-Sumsel, melaporkan ke Polda Sumsel. Hal ini terkait penistaan terhadap  Surat Al Maidah ayat 51.

Laporan ACTA ke Bawaslu dilakukan pada Selasa (27/9), dan ke Mabes Polri pada Kamis (6/10). Begitu pula laporan MUI-Sumsel pada Kamis (6/10). Atas laporan itu, Bawaslu masih mempelajarinya.

Senada, Sekjen ACTA Jamal Yamani dan Wakil ketua ACTA Agustiar, menyatakan sikap Ahok yang diduga menista agama tidak bisa ditolerir. “Ahok jangan hanya bisa menuduh orang lain rasis. Dia harus introspeksi apa yang dia lakukan rasis atau tidak,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (27/9).

Agustiar juga berharap, Bawaslu DKI Jakarta segera mengambil tindakan atas pernyataan Ahok tersebut. Setidaknya memanggil dan memberikan peringatan kepada petahana itu.

Sekjen ACTA Jamal Yamani mengatakan, pihaknya secara resmi melaporkan Ahok ke Mabes Polri atas dugaan penistaan yang sama. Tindakan tersebut cukup jelas di tayangan video yang diunggah media sosial youtube.

“Dalam laporan No. LP/1010/X/2016/BARESKRIM, Ahok kami dikenakan pasal berlapis terhadap Ahok. Yakni, Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum (KUH) Pidana, serta Pasal 28 UU ITE,” jelas Jamal kepada wartawan, Kamis (6/10).

Tindakan serupa juga bakal ditempuh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Sekretaris PPP Muhammadiyah Pedri Kasman menyatakan, pihaknya melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya pada Jumat (7/10).

“Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah menyesalkan statement Ahok yang terang telah menghina agama Islam dengan menggunakan kalimat “dibodohi” terhadap isi Al Quran,” tegas Pedri lewat pernyataan tertulis kepada wartawan, Kamis (6/10).

Ditegaskan lagi, selain sebagai bentuk penghinaan dan penistaan agama, Ahok telah melecehkan dasar negara yang menghargai keberagaman dan kebhinekaan.

Sementara itu, pasal laporan MUI-Sumsel tidak jauh berbeda dengan ACTA dan PP Muhammadiyah. Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Sumsel, Yogi Vitagora mengatakan, pihaknya baru mengetahui Ahok telah melakukan pelecehan terhadap ayat suci Al Quran setelah melihat tayangan video di youtube.

“Ini yang kami sesali, seharusnya dia (Ahok) tidak perlu menyinggung Al Quran. Dia itukan tidak paham dan tidak mengimani. Kalau dia mengajak agamanya sendiri, ya tidak apa-apa, dan tidak ada masalah,” kata Yogi.

Menurut dia, dalam tayangan video Ahok cukup jelas mendesak warga untuk memilihnya lewat cara penafsiran surat Al Maidah yang keliru.

“Bapak ibu ga bisa pilih saya….Dibohongin dengan surat Al Maidah 51…macem-macem itu…itu hak bapak ibu, kalau bapak ibu merasa ga milih neh karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya..gapapa…” ungkap Yogi mengutip kalimat Ahok di video.

Atas dasar fakta, lanjutnya, pihaknya menjerat Ahok dengan Pasal 156 KUH Pidana, Pasal 27-28 ITE, serta Pasal 310-311 KUH Pidana. “Kami berencana dalam waktu dekat ini akan turun ke jalan bersama-sama organisasi Islam, mendesak Ahok meminta maaf kepada umat Islam. Dan meminta polisi agar laporan kami segera proses,” kata Yogi.

Secara harafiah Surat Al Maidah ayat 51 berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Ahok Bantah

Dalam kaitan ini, Ahok membantah telah melecehkan kitab suci Al Quran karena mengutip Surat Al Maidah. “Itu orang mancing-mancing saja, bilang saya melecehkan. Semua orang boleh mengutip kitab suci, kitab suci terbuka untuk umum,” katanya ketika wartawan meminta komentarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/9).

Pada bagian lain Ahok tak mempersoalkan ACTA melaporkan dirinya ke Bawaslu DKI Jakarta. Dia bersedia datang jika sewaktu-waktu dipanggil. Sebaliknya, Ahok balik menantang atas tudingan tersebut.

“Kalau mau menuduh mah gampang. Sekarang, ayat suci juga dipertandingkan, juara enggak juara. Kita (Pemprov DKI Jakarta) ada MTQ, apa itu melecehkan? Nah, kamu jawab itu dulu,” tanya Ahok.

Ahok juga meminta penjelasan kenapa ACTA melapor ke Bawaslu. Menurut dia, laporan itu bersifat multitafsir dan membuat masyarakat salah mengartikan.

“Kalau saya kutip ayat suci itu melecehkan, yang hafalin ayat suci diomong-omongin melecehkan enggak? Dipertandingkan lagi, dapat hadiah lagi, melecehkan enggak? Itu saja,” ujarnya. tim/h. sinano esha/dra

 

 

 

 730 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *