Close
img-20161005-wa0018
Dirkrimsus Polda Metro Jaya menggelar rilis pengungkapan perdagangan Satwa yang dilindungi secara ilegal. ( Foto: Hendra)

Jakarta,Deteksionline.com Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap perdagangan Satwa yang dilindungi oleh Undang-undang. Hal berdasarkan Dua laporan Polisi, LP/804/IX/2016/PMJ/Ditreskrimsus tanggal 8 September 2016 (Pasar Barito) dan LP/858/IX/2016/PMJ/Ditreskrimsus tanggal 30 September 2012 (penjualan via Medsos).

Dari kedua laporan tersebut penyidik berhasil mengamankan barang bukti berupa Satwa yang dilindungi, antara lain: 1 ekor burung kakatua, 1 ekor burung Nori merah, 2 ekor burung jalak Bali, 1 ekor burung jalak putih,serta 6 ekor kukang.

“Mulanya kami melakukan patroli di pasar Barito dan berhasil menemukan Satwa yang dilindungi tersebut, pelakunya beribu P, selanjutnya dari patroli di dunia maya Sosmed Facebook kami berhasil mengungkap tiga tersangka lagi yaitu ARM, FS dan SP,” ujar Kanit 3 Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Kompol Dedy Anung dalam rilisnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/10).

Menurut Kanit 5 Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Kompol Indra Arya bahwa untuk kelima burung tersebut dititipkan di konservasi Satwa Tegal Alur, kalideres, sedang keenam Kukang akan dititipkan di konservasi Satwa di Bogor.

“Semua hewan-hewan ini akan dibawa ke konservasi Satwa di daerah Tegal Alur dan daerah Bogor agar mendapatkan perawatan yang baik,” ucap Kompol Indra Arya.

Keempat tersangka dikenakan pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 5 tahun 1990 dan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dengan ancaman hukuman penjara paling lama 1 tahun dan denda sebanyak Rp 200 juta. (Yori)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!