Close

29gatot-420x237

MATARAM, Deteksipnline: Indonesia Narcotics Watch (INW) meminta Polri menggunakan penangkapan Aa Gatot Brajamusti sebagai momentum memberantas penggunaan dan peredaran gelap narkoba dikalangan selebriti dengan melakukan test urin.

“Penangkapan AA Gatot dari lokasi kongres Parfi di Lombok NTB sebaiknya diikuti dengan test urine kepada seluruh peserta kongres. Mumpung mereka (para artis) sedang berkumpul. Ini kesempatan yng sangat baik membongkar jaringan peredaran gelap narkoba yang selama ini disinyalir marak dikalangan artis,” jelas ketua INW Josmar Naibaho di Jakarta, Senin 29 Agustus 2016.

Hal lain yang penting untuk dilakukan pendalaman oleh Polri adalah mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, termasuk para murid dan mantan murid AA Gatot di Padepokannya. Hal ini mengingat sosok Gatot adalah tokoh yang memiliki banyak murid dan pengikut.

Sebelumnya diberitakan AA Gatot Brajamurti dicokok aparat kepolisian dalam kasus narkoba. Guru spritual ini, seperti dijelaskan Kadiv Humas Polri
Irjen Boy Rafli ditangkap bersama seorang perempuan pada Minggu (28/8) malam di salah satu hotel di Lombok, NTB. Dalam penangkapan ini ditemukab barang bukti berupa satu bungkus Kristal putih di duga sabu, 1 Buah alat penghisap sabu atau bong, dan 1 buah pipet kaca.

Gatot ditangkap usai terpilih kembali sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) periode 2016-2021. Ia terpilih pada kongres ke-15 yang berlangsung di Kota Mataram, NTB, Minggu (28/8/2016) dini hari. (kh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!