Soal OTT Perwira SIM, Dirlantas Harus Transparan

  • Share
syamsul bahri
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Syamsul Bahri (foto: istimewa)

JAKARTA, deteksionline: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol  Pol. Moechgiyarto, terutama Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Syamsul Bahri harus menjelaskan  secara transparan tentang kebenaran atau tidak tersebarnya informasi peristiwa operasi tangkap tangan (OTT),  yang dilakukan Satuan Paminal terhadap perwira di Satpas SIM Daan Mogot, Jakbar.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, di Jakarta, Sabtu (20/8), terkait informasi bahwa Iptu Ef ditangkap dalam OTT dengan bukti transfer uang ratusan juta di handphone (HP)-nya.

Uang tersebut diduga uang sogok dari sekolah pengemudi (SP) agar siswa peserta pemohon SIM dapat melenggang mulus mendapatkan SIM yang diinginkan..

Neta S Pane mengatakan penjelasan secara transparan oleh Kapolda itu sangat penting artinya, agar masyarakat mengetahui dengan pasti. Sebab, bermainnya sekolah pengemudi dalam mempermudah pengurusan SIM, bukanlah hal yang baru dan sudah terjadi sejak lama.

“Ini perlu dilakukan agar muncul ke percayaan publik. Selain itu dlm fit and profer test di Komisi 3, Kapolri Tito sudah berjanji akan memperbaiki kondisi pelayanan jasa kepolisian,” kata

Neta menginginkan untuk hal  pengurusan SIM Polda Metro Jaya harus  menjadikan target utama pembenahan. Sebab sudah menjadi rahasia umum adanya patgulipat dalan pengurusan SIM.

Jika pun Paminal melalukan OTT, kata Neta, tentu ini sesuai dengan janji Kapolri di DPR. Sebab itu soal OTT  ini harus dijelaskan dengan transparan sehingga publik akan melihat adanya arah perubahan yang jelas di era kapolri Tito.

“Memang saat ini sudah diprediksi akan terjadi jeruk makan jeruk.  Sehingg sulit bagi Polri akan  bersikap transparan. Sebab itu ke depan KPK harus berani dan agresif melakukan OTT di pusat-pusat pelayanan kepolisian agar aksi percaloan benar-benar berhenti,” tutup Neta.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasie) SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Doni Hermawan menyatakan tidak ada peristiwa tangkap tangan (OTT) terhadap seorang perwira di Satpas SIM. “Ngak benar beritanya,” katanya melalui pesan singkat.

Sebelumnuya diberitakan perwira pertama yang bertugas di Satpas SIM Daan Mogot, diduga tertangkap  dalam OTT oleh timsus dari Paminal Polda Metro Jaya, Rabu (11/8), dengan bukti transfer di handphone ratusan juta rupiah.

Sayangnya, Dirlantas Kombes Syamsul Bahri hingga berita ini diturunkan tak berkomentar. “Sebaiknya, sebagai Direktur Lalu Lintas dia menjelaskan secara terbuka menyangkut masalah itu,” kata Neta. (kh)

 

 5,348 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *