by

Pengerjaan Proyek Pemanfaatan Idle Capacity Spam Babel Diduga Asal Asalan

proyek lima- manPANGKALPINANG, deteksionline--Pengerjaan proyek pemanfaatan idle capacity spam Bangka Belitung yang dikerjakan oleh Satker Spam Bangka Belitung dengan nilai puluhan milyar yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor seperti pemasangan pipa di Kelurahan Parit Padang, Kelurahan Kudai, Kelurahan Girimaya dan Kelurahan Koba diduga dikerjakan asal asalan oleh beberapa kontraktor.

Dugaan asal asalan itu terpantau oleh beberapa wartawan di antaranya dari Romli kabarbangka, Eza Babelpos, O.obi Berita Bangka dan sinarpaginews.com saat melakukan investigasi lapangan beberapa hari yang lalu di lokasi.

Beberapa pekerjaan yang tidak sesuai speck yang dipantau diantaranya kedalaman pemasangan pipa yang didalam Rab dan Speck semestinya 150cm tetapi hanya dikerjakan rata rata 70 sampai 80 cm. Kedua pengurugan tanah hasil galian tidak pernah menggunakan alat pemadat atau stamper, padahal stamper merupakan alat dukungan yang wajib digunakan dan sewaktu penawaran paket lelang bukti kepemilikannya stamper terlampir. Selain itu galian atau pemasangan pipa yang melewati crossing jalan tidak pernah ada besi pengaman pipa atau aggregat kelas B dan aggeragat kelas A.

Juga terpantau tidak adanya ruangan direksi kit dan beberapa foto Speck pekerjaan , padahal deriksi kit merupakan kewajiban pemborong yang dana nya diambil dari keuntungan proyek yang 20 persen.

Kepala Satker Spam Bangka Belitung Ir Budiman MT saat ditemui deteksionline di kantornya Senin (15/8) membenarkan. “Saya akui beberapa rekanan saya memang ada melakukan pekerjaan seperti itu dan saya sangat berterima kasih sekali kepada rekan rekan atas info ini karena tidak mungkin setiap saat pengawas mengawasi pekerjaan tersebut,” jelasnya.

“Yang jelas dengan info ini saya tidak mau dibuat susah dikemudian hari dan saya tidak mau berurusan dengan BPK atau pihak berwajib akibat ulah mereka, untuk itu saya akan membayar mereka sesuai volume pekerjaannya. Pembayaran akan dilakukan berdasarkan volume pekerjaan,apabila volume pekerjaan tidak sesuai gambar rab maka pembayarannya juga akan disesuaikan dengan hasil volume pekerjaan bukan berdasarkan kontrak,”
demikian penjelasan Budiman Kepala Satker Spam Babel.

“Yang kita bayarkan sesuai hasil pekerjaannya,bukan dari kontrak yang ditandatangani sewaktu penanda tanganan perjanjian,”lagi lagi tegas Budiman.

Terkait hal itu dijelaskan Budiman sebenarnya pekerjaan seperti itu tidak akan terjadi sebab di setiap lokasi pekerjaan sudah ada tim pengawasan untuk mengawasi  pekerjaan sehingga diharapkan sesuai dengan RAB dan spesifikasi namun sayangnya tim yang diberi tanggung jawab untuk mengawasi pekerjaan ternyata masih kecolongan.

“Kami sudah menempatkan konsultan pengawas pada proyek tersebut tapi kok masih kecolongan ya? “ungkapnya.

Untuk tim pengawasan pekerjaan galian pipa itu lanjut Budi,terdiri dari beberapa orang.
“Ada dari satker juga ada dari PDAM Bangka,jadi untuk satu paket pekerjaan ada dua konsultan pengawasnya,satu dari satker satu juga dati PDAM,”jelas Budi.

Sayangnya Budiman tidak dapat  memberikan penjelasan  saat dimintai keterangan perihal gambar RAB dan spesifikasi pekerjaan proyek yang sebenarnya. Dia hanya berjanji untuk mengecek kembali RAB dan spesifikasi pekerjaan.

“Memang ada pekerjaan galian pipa yang kedalaman galian hanya 80 cm karena ada batu atau ada pipa lain dibawahnya,  begitu juga speknya ada yang harus pakai buis beton ada juga tidak,urugan pasir juga demikian,nah kalau yang pekerjaan ini nanti saya cek lagi apakah kedalamannya mencapai 150 cm dan pakai buis beton serta urugan pasir ,kalau memang tidak sesuai RAB dan spesifikasi maka kontraktornya kita mintai pertanggung jawaban untuk memperbaikinya  sebab inikan masih proses pengerjaan baru berjalan dua bulan lebih jadi masih bisa menyesuaikan dengan RAB dan speknya tapi kalau pekerjaan yang sudah dikerjakan yang tidak sesuai spek pekerjaan itu maka selanjutnya pada waktu pencairan pembayaran nanti dibayar disesuaikan dengan volume pekerjaannya itu,” bebernya.

Menurutnya info yang disampaikan wartawan ini sangat berguna bagi dirinya untuk menyelamatkan kerugian negara sebab seandainya dalam gambar RAB dan spek pekerjaan  kedalaman galian 120 cm tapi kenyataannya hanya 70 ataupun 80 cm  maka akan jadi temuan BPK.
“Coba kalau tidak ada info ke kita terkait temuan seperti ini jelas nantinya akan jadi temuan BPK yang bisa saja berujung ke pidana kalau  tidak dikembalikan,”tukas Budi.

Seperti sudah diberitakan oleh media lokaln sebelumnya,poyek yang dilaksanakan oleh Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bawah naungan Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya untuk wilayah kabupaten Bangka menelan dana Rp.5.897.500.000  yang tersebar di beberapa lokasi di Sungailiat dan Belinyu.Namun sayangnya pelaksanaan pengerjaan proyek ini malah menuai sorotan di tengah masyarakat.Pasalnya selain pekerjaan proyek pemasangan pipa  tersebut dituding mengganggu pengguna jalan  lantaran tanah bekas galian dibiarkan begitu saja, menumpuk di pinggir jalan sehingga mempersempit jalan juga merusak sebagian bahu jalan.(Herman)

98 total views, 2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed