Kasus Korupsi Lahan RSUP Mulai Menyeret Beberapa Nama Mantan Pejabat Babel

  • Share

rsupPANGKALPINANG,  Deteksionline: Kasus korupsi pembebasan lahan  Rumah Sakit Umum (RSUP) Sukarno i Provinsi Bangka Belitung, desa Airanyir,  menyeret nama mantan Gubernur Bangka Belitung (alm) Eko Maulana Ali. Fakta ini diungkapkan langsung oleh  jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sungailiat Budi M Nainggolan kepada wartawan  di pengadilan tindak pidana korupsi Pangkalpinang.

“Dari fakta persidangan salah satu terdakwa  Mursalin mengaku dari hasil korupsi itu ia pernah menyetor uang senilai Rp 200 Juta kepada almarhum  mantan Gubernur  Eko Maulana Ali. Uang itu hasil dari dirinya setelah berhasil memenuhi pesanan dari almarhum untuk mencari tanah seluas 23 Hektar untuk pembangunan RSUP itu,” jelas  Budi M Nainggolan.

Budi M Nainggolan katakan uang Rp 200 Juta yang diserahkan ke Eko tersebut  merupakan bagian dari kerugian keuangan negara Rp 1,7 M. Proyek Pemerintah Provinsi Bangka Belitung itu tahun 2009  menelan dana sekitar Rp 34 Miliar. “Total kerugian keuangan negara  cukup besar untuk di daerah seperti Bangka ini senilai Rp 1,7 M,”  tukasnya.

Jikalau  Eko masih hidup, lanjutnya, dia harus mempertanggung jawabkan secara hukum dalam perkara ini.  “Hanya saja kan dia sudah meninggal dunia. Sehingga proses hukum untuk beliau dalam perkara ini tidak bisa lagi dilanjutkan. Yang harus bertanggung jawab mereka bertiga,” tegasnya.

Pengakuan yang sama juga disampaikan langsung oleh terdakwa Mursalin kepada wartawan dari sel tahanannya di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang kemarin. Mursalin mengaku duit tersebut diserahkanya langsung pada Eko. “Pak Eko sendiri saat itu yang menyuruh saya untuk mencarikan lahan tersebut. Saya carikan lahan tersebut, dan setelah itu saya laporkan kalau sudah ada lahanya,” ucapnya.

Dirinya mengaku bersalah atas perbuatan yang telah merugikan keuangan negara tersebut. Dirinya sudah siap dengan konsekwensi hukum berupa ditahan penjara nantinya sesuai dengan keputusan majelis hakim. “Ya mau bagaimana lagi, saya harus siap dengan semua ini. Saya juga sudah mengakui semua di persidangan,” katanya dengan pasrah.

Dalam perkara ini Mursalin dituntut 7 tahun penjara, Adhan Assad (PPK) 4 tahun dan  3 tahun untuk terdakwa Alamsyah Arsyad (KPA). Dalam perkara ini harian ini berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak keluarga Eko Maulana Ali atas tuduhan tersebut..(herman)

 672 total views,  4 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *