Close
IMG-20160817-WA008
Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto memberikan keterangan di terminal 3 kedatangan Bandara Soekano-Hatta, atas tetangkapnya tersangka pengganda Kartu ATM (foto:Sapuji).
JAKARTA,Deteksionline.com Penyidik Subdit Reserse Mobile(Resmob), Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya meringkus residivis pembobol mesin anjungan tunai mandiri(ATM) dengan modus skimming (penggandaan) kartu berinsial  AYS (37) dan RH (38).Tersangka diketahui adalah residivis dalam kasus sama yang ditangkap Polda Jawa Timur.
” Penangkapan ini kerjasama Polda Metro Jaya dan Polresta Surabaya Mereka adalah residivis kasus pembobolan ATM,” kata Kasubdit Resmob AKBP Budi Hermanto yang didampingi Kanit IV Kompol Teuku Arsya Khadafi kepada wartawan di Terminal 3 kedatangan, Bandara Soekarnohatta, Tangerang, Banten, Rabu(17/8).
Budi menjelaskan, tersangka AYS ditangap dikediamannya di Kelurahan Trompi Sari, Kecamantan Jabon, Sidoharjo, Jawa Timur, Selasa(16/8) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.
” Sedangkan  tersangka RH ditangkap di kediamannya di Karang Nongko Poncokusumo, Malang, Jawa Timur, pada Selasa 16 Agustus 2016 sekitar pukul 05.00 WIB,” jelasnya.
Menurut Budi, kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari Ny Imas warga Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
“Kasus ini bermula korban yang merasa kehilangan uang Rp 300 juta pada bulan Mei lalu.Padahal, korban tidak melakukan transaksi lalu melaporkan ke Polda dan Polres Metro Jakarta Pusat lewat Bank BCA Matraman, Jakarta Timur. Selanjutnya, kami telusuri dan berhasil menangkap tersangka AYS dan RH,” ujar mantan Kasubdit Ranmor, Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya ini.
Sementara itu, Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, kedua tersangka diketahui tidak memiliki kerjaan pasti.Namun, uangnya banyak dan warga sempat curiga.
“Warga sekitar sempat juga curiga.Kok tidak kerja uangnya banyak,” kata Teuku.
Menurut Teuku, kedua tersangka melakukan pembobolan mesin ATM mulai dari Surabaya dan Jakarta.
“Tersangka ketika melakukan transaksi di mesin ATM mengganjal uang dengan tangan yang akan keluar dari  tempat keluarnya uang(exit shutter).Langkah ini, dianggap pihak bank ada yang melakukan transaksi gagal,” ungkapnya.
Setiap beraksi, dikatakan Teuku, kedua tersangka bisa menghasilkan uang sampai Rp 1 miliar dan uang tersebut digunakan untuk foya-foya.
“Digunakan foya-foya dan untuk membeli sawah,” pungkasnya.Akibatnya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.
Editor : Yori
Oleh    : Sapuji

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!