Close
hermawan sulistyo-2
Profesor Hermawan Sulistyo memberikan buku (foto: KH)

JAKARTA, Deteksionline:Profesor Hermawan Sulistya atau yang biasa disebut Kikiek dinilai oleh teman-temannya sebagai intelektual gila. Pada Rabu (27/7), dia melaunching 20 judul buku sekaligus dalam acara bertajuk 40 Tahun Herwamawan Sulistyo Berkarya di Aula Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lipi), Jakarta. “Ini salah satu kegilaannya,” kata pemikir terbaik di Indonesia Daniel Dhanidae, PhD,

Daniel Dhakidae menjadi pemberi orasi menyebut, ketika dirinya mendengan ada seorang penulis ratusan artikel,ratusankertas kerja, ratusan artikel ilmiah dan penulis 20 buku yang diluncurkan sekaligus dalam satu hari adalah suatu yang impossible.

“Ini peristiwa langka. Inilah kegilaan Kikiek,” kata Daniel, yang memaparkannya dalam orasi berjudul Keluar Batas Mengejar Hidup Otentik.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Staf khusus Presiden Gories Mere, Staf Ahli Presiden beserta sejumlah petinggi Polri, TNI serta para seniman dari berbagai daerah.

Tito Karnavian, ketika didaulat memberikan sambutan langsung  memuji apa yang sudah dilakukan oleh Profesor Kikiek. Disebutnya. Katanya,  Kikiek sebagai sosok yang berani dan tegas dan provokatortanpa memikirkan kepentingan dirinya.

Menurut Tito, Kikiek itu profesor unik kalau melakukan kritik dilakukan dengan langsung (terbuka) dan tidak langsung (tertutup). “ Kritiknya secara terbuka diekpose di media. Tidak langsung melakukannya secara pribadi kepada yang menjadi sasaran kritiknya,” kata Tito Karnavian.

Kritisi Kikiek kepada Polri sangat pedas dan terarah. Tapi tetap obyektif. “Kami tidak tersinggung karena beliau sangat tahu kapan melakukan kritik dan kapan melakukan pujian kepada Polri. Karena itulah, Kikiek selalu tampil apa adanya. “Beliau berpakaian, ya selalu seperti ini (maksudnya; ala cowboy atau eksentrik tak sama dengan intelektual-intelektuan pada umumnya). Sampai sepatu aja, ya seperti itu lah. Padahal Polri sudah memberikan bonus atas jasanya membantu kinerja Polri. Tapi uangnya tidak pernah dibelikan sepatu” kata Tito berkelakar, yang disambut tepukan meriah. Sementara itu, Kikiek hanya tersenyum saja.

Namun begitu, Tito menganggap Kikiek adalah kawan dan guru.  “Polri sangat perlu masukan dari seorang intelektuak seperti Pak Kikiek. Beliau sahabat saya dan saya sudah mengenalnya sejak lama,” kata Tito.

Sementara itu mantan Kepala BNN yang sekarang menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Gories Mere juga serupa menilai Kikiek. Gories malah ngaku sering ‘berkelahi’ dengannya. “Dia musuh lama dan sahabat saya,” katanya menambahkan.

‘Perkelaahian itu, cerita Gories, dimulai saat menangani kasus pembunuhan warga negara India di Amerika Serikat. Pelakunya adalah Oki Harnoko Dewantono, warga negara Indonesia.

Gories selaku ketua tim yang ditugaskan khusus oleh Kapolri membawa Oki untuk diadili di Indonesia. “Sudah hampir berhasil, tapi Kikiek dan wartawan lainnya mengganggu. Meminta menjelaskan secara terbuka. Ya, awalnya saya tak mau karena takut gagal,” aku Gories.

Tapi akhirnya, aku Gories dikasih masukan juga. Dan sukses membawa Oki dan diadili di Indonesia. “Itu kejadian 20 tahun lalu,” ucapnya.

Kemudian lanjut Gories, ketemu lagi di negara yang sama. Saat itu, cerita Gories dirinya ditugaskan dan diberi tanggung jawab membawa ‘Ratu’ Ekstsi, Zarima Mirafsur. “Ketemu lagi sama Kikiek. Ketika itu Kikiek sedang mengaambil master. Begitu lagi. Saya diganggu. Saya sudah lobi sana-sini untuk dapat membawa Zarima dah sudah deal tinggal bawa, tiba-tiba Zarima menolak dengan alasan di Inonesia akan dibunuh,” kata Gories.

Usut punya usut, ternyata yang ngomong gitu Kikiek. “Kikiek bilang ke Zarima jangan percaya Gories. Tukang bohong. Kamu ke indonesia akan di bunuh,” aku Gories yang disambut riuh ketawa peserta.

Tapi, lanjut Gories, Zarima tetap bisa di bawa pulang. “Di pesawat saya telepon Kikiek. Zarima dah di pesawat menuju Indonesia. Kita berdua ketawa,” kata Gories.

Kenangan tentang kegilaan Kikiek juga diungkap sahabat-sahabat lamanya seperti kata sosialog imam Prasojo,” Kikiek Jancuk!” yang memberikan spanduk besar terpampang dengan kalimat tersebut. (KH)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!