by

Rektor Universitas Trisakti yang Baru Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

IMG-20160727-WA002
Sivitas Akademika Usakti saat melaporkan Rektor baru Edy Suandi Hamid ke SPKT Polda Metro Jaya (Foto:Ist)
JAKARTA,Deteksionline.com  Edy Suandi Hamid (ESH) selaku Rektor Universitas Trisakti (Usakti) yang baru saja dipilih kini harus berurusan dengan hukum, karena dilaporkan oleh Sivitas Akademika Usakti ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (27/6).
Dalam surat Tanda Bukti Lapor bernomor TBL/3546/VII/206/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 27 juli 2016. Edy Suandi Hamid (ESH) dituduh telah melanggar Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat , disebutkan secara jelas bahwa ia dilaporkan sehubungan dengan pemalsuan surat yang mengatasnamakan Usakti, dan disebarkan pada para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pasca Sarjana, Kepala Lembaga Penelitian dan Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Usakti.
“Bukti-bukti sudah kami serahkan kepada pihak Polda Metro, yaitu berupa surat yang mengatasnamakan dirinya sebagai Rektor Usakti, padahal Rektor Usakti masih Thoby Mutis, dalam surat surat tersebut pun menggunakan stempel palsu, karena stempel asil Universitas tidak seperti itu,” ujar Ketua Forum Komunikasi Karyawan Universitas Trisakti, Advendi Simangunsong kepada wartawan usai membuat laporan di Mapolda Metro Jaya, Rabu(27/7).
Dengan adanya surat itu, menurutnya, muncul keresahan dikalangan kampus berjuluk Reformasi tersebut.
“Semua menjadi resah, semua bertanya-tanya apa di Trisakti sudah ada pergantian rektor, kami tegaskan belum ada pergantian rektor,” ucap-nya.
Delain itu, dalam surat itu,ditambahkannya, diintruksikan kepada para penerima surat agar segera melapor kepada terlapor, tanpa menyebutkan alamat kampus dan hanya nomor ponsel.
“Mana mungkin universitas sebesar Trisakti kok memiliki sekretariat sementara, kampus kami sudah jelas-jelas memiliki gedung rektorat di kampus Usakti Grogol,” terangnya.
Dikatakannya, dalam suratnya itu juga terlapor (ESH)  mencatut nama Menteri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir.
“Kita kan menghormati Menteri sebagai salah satu simbol pejabat Negara dalam pemerintahan, kok yang bersangkutan berani-beraninya mencatut nama Menteri, apa motifnya? mudah-mudahan dengan pengaduan ini bisa membuka  tabir lebih jelas,”pungkasnya.
Sebelumnya, M Nasir menghadiri pelantikan mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII)Periode 2016 – 2021 Edy Suandi Hamid sebagai Rektor Usakti menggantikan Thoby Mutis. Dalam kesempatan itu, M Nasir mendesak, agar pihak Yayasan Usakti dan Sivitas Akademika Usakti berdamai demi kepentingan pendidikan.
“Kepastian hukumnya kan sudah pasti di Yayasan, bukan di Rektor. Rektor itu kan harus diangkat oleh yayasan. Oleh karena itu, yang lama harus bersatu sekarang. Tidak boleh lagi bercerai-berai, karena ini kekuatan besar untuk memajukan Universitas Trisakti,” katanya kepada wartawan  di Jakarta Kamis (30/6).
Oleh      : Sapuji 
Editor : Yori

 

 328 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed