Close
hero indarto
Hero Indarto, SH

SUNGAI RAYA, Deteksionline.com– Merasa tanah miliknya di Desa Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya,  Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimanatan Barat seluas 1500 m2 dikuasai,  Albertus Agung Catur Putra, NG alias Ng Kim Siang menggugat. Ir. Raden Harjanto ke PN Menpawah, Kalbar.

Surat gugatan melalui kuasa hukumnya HR Djoko Sudibyo, SH dan Hero Indarto, SH, sudah diterima PN Menpawa pada Selasa (21/6) pekan lalu dan terdaftar No. 26/PDT.G/2016/PN.MPW

Dalam surat gugatan disebut pada tanggal 14 Juli 1986  penggugat membeli sebidang tanah yang terletak di Desa Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Pontianak (sekarang Kubu Raya) Provinsi Kalimanatan Barat seluas 1500 m2 dari  Tojib BSc, berdasarkan serifikat Hak Milik Nomor 1292 / Kampung Sungai Raya dan Akta Jual Beli Nomor: 762/-/1986 yang dibuat di hadapan Camat Sungai Raya Kabupaten Daerah Tingkat II Pontianak sebagai Pejabat Pembuat Pembuat Akta Tanah.

Namun tergugat mendalilkan telah memiliki tanah seluas 7,3 Ha (73.000M2) yang terletak di jalan Parit H. Muksin, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Pontianak.

Tanah tersebut dikuasai oleh tergugat sejak 01 April 1995 sesuai dengan Surat Keterangan Tanah tertanggal 16 Mei 1995 No: 596.4 / 89 / Pem, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Sungai Raya dan diketahui oleh Camat Sungai Raya.

Kemudian Surat-surat tersebut dinyatakan hilang ditangan tergugat  yang telah dilaporkan ke Polisi Resort Kota Pontianak dengan laporan tertanggal 27 Desember 1994 No: Pol 3387 / C / XII / 1994 tanggal 27 Desember 1994.

Tanah tersebut,  yang terkait dengan objek sengketa ini sebelumnya pernah diperkarakan di Pengadilan Negeri Mempawah dalam Nomor Perkara 10 / Pdt.g / 1994 antara Pairan bin Bedjo, orangtua salah satu tergugat, yakni Sudarman bin Pairan yang diwakili oleh Kuasa Hukumnya yang bernama Drs. I Nyoman Senu, SH dan Rachmadi Rachmad melawan para Penggarap dan Pemegang Sertifikat serta dari pihak Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pontianak.

Kemudian kedua belah pihak yang berperkara melakukan perdamaian (dading) yang     kemudian isinya dituangkan didalam Akta Perdamaian tertanggal 14 November 1994  dan memperoleh Penetapan dari Pengadilan Negeri Mempawah terdaftar Nomor: 10 / Pdt.G / 1994.PN.MPW, tanggal 01 Desember 1994.

Merasa telah terselesaikan melalui Pengadilan Negeri Mempawah, maka pada tanggal 04 Juli 2000 tergugat mengajukan surat permohonan pensertifikatan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pontianak.

Selanjutnya, dengan surat tertanggal 08 Agustus 2000 No. 570-16-41-2000, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pontianak menjelaskan bahwa diatas Tanah yang dikuasai oleh Tergugat  telah terbit Sertifikat atas nama orang lain.

“Pada Tanggal 31 Agustus 2000 Tergugat  mengajukan Gugatan terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pontinak di Pengadilan Tata Usaha Negara yang menyatakan Batal Surat Keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Pontianak berupa 15 Sertifikat Hak Milik yang salah satunya  Serifikat Hak Milik Nomor: 1292/ Kampung Sungai Raya atas Penggugat,” ucap Hero Indarto, dalam gugatannya.

Alasan Tergugat mengajukan gugatan TUN adalah tergugat telah membeli tanah yang berasal dari Almarhum Mirnawati yang kemudian Minarwati menjual kepada Pairan Bin Bedjo yang juga telah menjual kepada Tergugat dan yang mengatakan  Tergugat telah mengusai Tanah tersebut sejak tanggal 01 April 1995 bedasarkan Surat Keterangan Tanah tertanggal 16 Mei 1995 No.596.4/89/Pem yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Sungai Raya yang diketahui oleh Camat Sungai Raya.

“Ternyatam, tindakan tergugat untuk memperoleh Tanah Sengketa terdapat kejanggalan yaitu pada waktu ergugat Mengajukan Gugatan Perdata dengan Nomor : 10/Pdt.G/1994 para pihak yang digugat oleh Tergugat berbeda dengan para pihak yang Sertifikatnya di Batalkan oleh Keputusan Tata Usaha Negara Pontianak dengan Putusan Nomor: 15/G/PTUN-PTK/2000,” ucapnya..

“Bagaimana mungkin Tergugat menyatakan Tanah Sengketa adalah Tanah miliknya jika Tergugat baru tahun 1995 mengusai Tanah tersebut sesuai dengan Surat Keterangan tertanggal 16 Mei 1995 No: 596.4 / 89 / Pem, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Sungai Raya dan diketahui oleh Camat Sungai Raya, sedangkan Penggugat telah membeli tanah tersebut sejak tahun 1986,” tambah Hero Indarto..

Tanpa sepengetahuan penggugat, tanah tersebut telah dikuasai oleh Tergugat berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor : 22667 di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat atas nama tergugat, karena saat ini diatas tanah Penggugat tersebut telah berdiri 3 buah bangunan di Blok BB No. 1, BB No. 2,  Rumah BB  No. 3 yang terletak di Perumahan Villa Tanah Mas Jalan Parit H. Muksin, Desa Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Pontianak.

“Karena perbuatan menguasai obyek sengketa secara tidak sah dan tanpa hak tersebut adalah perbuatan melawan hukum maka sudah sepantasnyalah apabila Tergugat dihukum untuk menyerahkan obyek sengketa kepada Penggugat dalam keadaan kosong tanpa beban apapun baik dari tangannya atau dari orang lain yang diperoleh karena tanpa ijinnya,” kata Hero Indarto.

Perbuatan tergugat tersebut, kata Hero Indarto adalah menyatakan perbuatan melawan hukum dan menyebabkan kerugian bagi Penggugat karena Penggugat tidak dapat menguasai dan menikmati obyek sengketa sejak tahun 1986, maka sudah sepantasnya kalau Tergugat dihukum untuk membayar ganti kerugian kepada pengugat.

Minta Sita Jamianan

Dalam uraian lainnya disebut Hero Indaro dan Djoko Sudibyo meminta pengadilan menyita Tanah seluas 23.603M2 yang terletak di Desa Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 22667 atas nama Tergugat.

Tiga (3) unit Rumah dan Tanah yang terletak di Blok BB No.1, BB No.2  dan Rumah BB  No.3 Perumahan Villa Tanah Mas Jalan Parit H. Muksin, Desa Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Pontianak.

Satu (1) unit Rumah dan Tanah  yang terletak  di Komplek BDN No. 3 Sui Raya  RT. 05 / RW.01 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Pontianak atas nama Tergugat.

“Ini kami lakukan agar Gugatan Perkara ini tidak menjadi illusoir kelak dikemudian hari karena adanya kekhawatiran dan sangka yang beralasan dari penggugat bahwa tergugat akan mengalihkan harta kekayaannya kepada pihak lain sehubungan dengan adanya perkara ini, maka Penggugat mohon dengan hormat kepada Ketua Pengadilan Negeri Mempawah, cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar berkenan untuk meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) atas harta kekayaan Tergugat untuk dijadikan sebagai jaminan atas perkara ini yang akan diuraikan sebagai berikut,” tandas Hero Indarto.

Kuasa penggugat juga minta pengadilan menerima dan mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya, menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum yang sangat merugikan penggugat dan menyatakan  sah dan berharga Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) telah diletakkan oleh Pengadilan Negeri Menpawah. (tim)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!