Close

polres cianjur- halaman-1CIANJUR, DOL: Terduga pelaku kasus penipuan pemberian cek bodong (surat perintah pencairan dana nasabah) Neneng masih belum ditangkap. Kesan pembiaran terhadap pelaku tindak pidana ini menambah rentetan daftar kinerja buruk Polri, padahal Kapolri Badrodin Haiti meminta tambahan anggaran untuk Polri sejumlah Rp. 20 triliun untuk mendongkrak kinerja Polri menjadi lebih baik.

Seharusnya niat baik Kapolri disambut dengan kinerja jajarannya dengan menjadi penegak hukum yang profesional, prosedural dan proporsional (3P) yang menjadi motto Polda Jabar, namun dalam kenyataannya, kinerja Penyidik Polres Cianjur dalam penanganan kasus penipuan cek bodong dengan korban H. Syukur yang seharusnya paling lambat 120 hari sudah ada kepastian hukum, sampai saat berita ini diturunkan masih mengambang, padahal kasus ini ditangani sejak 25 Februari 2015.
Molornya kasus tersebut diakui Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu SIK. “Saya belum bisa menentukan kasus penipuan cek bodong yang dilaporkan oleh H. Syukur pada 25/02/2015 dengan no: LP 73/D/II/2015/JBR/Res CJR ini pidana atau perdata,” kata Asep Guntur ditemui awak media di rumah dinasnya Jl. Sela Kopi Cianjur Jawa – Barat Jumat (30/10/2015).
Padahal kasus ini sudah 10 bulan ditangani Polres Cianjur, bahkan dalam sebuah pesan singkatnya Kapolres mengeluh, “Ya itu dia Kang.. jadi hambatan itu bukan dari penyidiknya. Penyidikan terus kami lakukan. Saya bagi cerita saja ke Akang :1. Penyidik saya dilaporin ke Paminal otomatis pemeriksaan terhambat.2. Bukti Cek asli baru sekitar 3 minggu lalu diberikan Pak H. Syukur.3. Domisili neneng juga berpindah2 tidak jelas alamat pastinya,” ungkap Kapolres. “itulah mengapa jadi terhambat,” urai Kapolres Cianjur Jumat (30/11).

Terkait statement Kapolres Cianjur Jawa Barat, Sekretaris Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara dan Pengusaha Nasional (BPI KPN – PN) DKI Jakarta Dharma Leksana M.div saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan adanya upaya intimidasi oleh pihak Neneng terhadap Penyidik Polres Cianjur yang menangani kasus ini.

“Tetapi saya heran, mengapa Neneng melaporkan penyidik ke Paminal Polda Jabar ? apakah Penyidik melakukan tindakan pelanggaran etika profesi saat memeriksa Neneng ? atau Asep Guntur (Kapolres Cianjur red..) hanya mengada – ada, ini yang harus dijelaskan Asep kepada publik, sehingga tidak ada tudingan miring terhadap Kapolres dan jajarannya, Kapolres harus berani mengungkapkan siapa beking yang satu ini, yang dengan begitu hebatnya mampu mengebiri mental para penegak hukum di Polres Cianjur, apa iya Negara bisa dikalahkan oleh penjahat ?, saya tidak percaya itu,” tandasnya dengan nada tinggi.
“Selaku mitra Polri saya berharap Asep tidak takut menghadapi berbagai tekanan dari pihak oknum polisi brengsek, kami (Rakyat Indonesia) akan selalu mendukung dan memonitor profesionalisme Polri,” pungkasnya. (ruk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!