by

Dosa Setya Novanto, Permainan Siapa?

Setya-Novanto
Setya Novanto (foto:ist)

JAKARTA, DOL: Sejak pergantian pemerintahan negeri ini, suhu politik terus memanas. Rakyat gaduh, negara gonjang-ganjing. Terlalu banyak untuk diingat drama politik yang terjadi sepanjang tahun ini. Dari sekian peristiwa, barangkali, drama politik Freeport yang paling memalukan.

Ketua DPR Setya Novanto, yang dituding paling bertanggungjawab atas dugaan permintaan saham sekaligus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam konteks perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, dituntut mundur. Di balik itu, ada yang menduga, drama ini permainan politik presiden yang harus diwaspadai.

—Ratusan mahasiswa dari Bogor dan Tangerang berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/12). Selain menuntut Setya Novanto mundur dari jabatan pimpinan DPR, sebagian dari mereka melempar kantong plastik berisi kotoran manusia ke arah spanduk bertuliskan ‘Pengkhianat Bangsa Setya Novanto’. Di spanduk itu terpasang juga foto-foto anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang disinyalir ikut mendukung kepentingan sang Ketua DPR.

Pengertian para pendemo, melempar tinja orang sama artinya ‘kado’ rakyat dan mahasiswa bagi pengkhianat bangsa. Ini merupakan ungkapan protes keras mereka terhadap pimpinan DPR yang telah mempermalukan rakyat Indonesia. Bagi ratusan mahasiswa ini, dosa Setya Novanto mencoreng lembaga DPR bukan ini kali saja. Pertemuan tak resmi dengan calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dinilai memalukan bangsa dan negara.

“Dosa Setya Novanto tidak bisa dimaafkan. Bangsa telah dipermalukan. Dia (Setya Novanto) harus mundur sebagai Ketua DPR. Lembaga yang dipimpinnya telah tercoreng,” papar Septian, koordiator aksi mahasiswa asal Tangerang.

Dia dan massa mahasiswa, dalam orasi, mengingatkan MKD agar bersifat tegas. Menindak pelanggar etika, dan harus punya nyali mencopot Setya Novanto yang dianggap sebagai makelar atas nama rakyat.

“Copot Setya Novanto, dan harus diadili secara hukum. Mencatut nama presiden, sama juga mempermalukan bangsa dan negara. Harus dihukum,” tegas Septian dalam orasinya.
Tuntutan serupa juga terlontar dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia Selatan. Kelompok pelajar ini mengaku menaruh perhatian besar terhadap kasus yang diistilahkan “Papah Minta Saham.”

Selain itu, PPI mengaitkan peringatan hari antikorupsi internasional pada 9 Desember dengan kasus Setya Novanto. “Kasus “Papa Minta Saham” sepatutnya dijadikan momentum dalam pemberantasan praktik mafia kontrak karya dalam tata kelola SDA di Indonesia,” kata Presiden PPI Australia Selatan, Muhammad Maulana, dalam siaran pers, Rabu (9/12).

Karena itu, pihaknya mendesak Setya Novanto mundur sebagai Ketua DPR agar nama lembaga DPR terselamatkan. Dalam siara pers, PPI juga menyampaikan empat pernyataan sikap. Diantaranya:
1.Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, dan KPK untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih serius. Serta praktik mafia kontrak karya baik yang berasal dari unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun dari unsur pengusaha harus diberangus.

2. Anggota DPR menyelamatkan nama baik lembaga perwakilan rakyat dengan mendesak Setya Novanto Mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR melalui mekanisme sidang. Setya Novanto mudur, atau nama baik DPR semakin hancur.

3. MKD harus terbuka dalam melakukan setiap persidangan kasus-kasus etik anggota DPR agar masyarakat di seluruh belahan dunia dapat mengetahui proses persidangan.

4. Mengajak seluruh elemen masyarakat di seluruh belahan bumi, seperti di Australia, untuk mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia yang melibatkan para calo-calo kontrak karya.
Revisi UU

Dua dosa yang dilekatkan kepada Setya Novanto, sepertinya tidak membuat nyaman Akbar Faisal, anggota Komisi III DPR yang juga anggota MKD. Hal ini mengingat kasus yang terjadi secara berturut-turut, dan orang yang ditudingnya sama.

“Jujur, saya sebagai anggota DPR sudah sampai pada tahap tidak nyaman sekali,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Politisi Partai Nasdem ini prihatin. Sebab, baru beberapa bulan lalu Setya Novanto mendapat sanksi teguran dari MKD berkaitan pertemuannya dengan calon Presiden AS Donald Trump. Peristiwa itu dinilai telah menimbulkan kontroversi, membuat gonjang-ganjing negeri ini.

Berangkat dari kejenuhan itu, dia kemudian menginginkan Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD direvisi. Termasuk alat kelengkapan DPR.

“Presiden saja bisa melakukan perumusan baru, atau perombakan kabinet. Lalu, kenapa DPR tidak melakukan seperti itu?” ujar Akbar bernada tanya.

Pada bagian lain dia berharap laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said disikapi secara adil dan bijak. “Ya, dalam hal ini MKD tak bermain-main lagi seperti kasus Trump Gate. Pemeriksaan kasus ini harus serius,” tegas Akbar.
Permainan Jokowi

Sementara itu, mantan Danjen Kopassus, Mayjen (purn) Kivlan Zen mengingatkan masyarakat hati-hati dengan permainan politik Presiden Jokowi. Salah satu contoh adalah penolakan terhadap helikopter khusus presiden.

“Pada masa sekarang, persoalan helikopter seolah-olah dia tidak setuju dengan buatan luar negeri. Dan sekarang, menyatakan bahwa dia tidak pernah meminta saham, kemudian melempar isu ini dilakukan oleh grup tertentu, dengan tujuan agar Koalisi Merah Putih (KMP) mendapat masalah sehingga posisi koalisi ini terus terperosok,” papar Kivlan dalam facebook pribadinya, seperti dikutip Voa-Islam.com, Rabu (9/12).

Pada bagian lain Kivlan mengatakan, menurut pernyataan Maroef Sjamoeddin tidak ada permintaan saham dari SN (Setya Novanto), justru SS (Sudirman Said) menjanjikan izin perpanjangan Freeport.
Menurut dia, data dan fakta persoalan Freeport sangat jelas, bahwa Ma’roef mengatakan “tidak ada permintaan saham”. Sementara pengakuan SS cukup jelas, bahwa dia telah melanggar UU dalam memberikan izin eksport konsentrat tanpa melalui smelter dan pembicaraan kontrak 2 tahun sebelum habisnya masa kontrak. Dan hal ini sepengetahuan Jokowi.

“Kepintaran politik Jokowi, mulai dari masalah mobil SMK yang dulu dipamerkan dan dipuji-puji Jokowi, kini nasibnya tidak jelas,” ujarnya.

Inilah kepintaran Jokowi, lanjuta Kivlan masih dalam facebook pribadinya, sehingga lawan-lawannya pun masuk ke dalam perangkap. “Bahkan hilang popularitasnya, dan juga malu. Inilah Politik. Awas dan berhati-hatilah dalam berpolitik,” terangnya.
Lebih jauh Kivlan mengatakan, kunjungan Jokowi ke Amerika dirancang oleh Luhut Panjaitan melalui agennya di Singapura. Hal ini diakui Luhut, lantaran perancangannya melewati dana yang dikeluarkan RAPBN.

Luhut juga berkata, lanjutnya, setelah itu Jokowi bertemu dengan pemilik Freeport, philip. Lantas, itu maknanya apa? Selanjutnay ternyata SS mengeluarkan persetujuan operasional eksport langsung biji emas tanpa diolah terlebih dahulu di Indonesia.
Kivlan yang cinta Indonesia, ‘malu’ melihat drama permainan politik Freeport.(h sinano, esha)

 194 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed