Close
20121031_PLTU_Air_Anyir_Bangka_8215
PLTU Air Anyir (Foto:Tribun)

PANGKALPINANG,DOL:Penyidikan dimulai sejak peringatan Hari Anti Korupsi se Dunia pada 9 Desember 2014 lalu semasa Kepala Kejaksaan Tinggi Hidayatullah. Hidayatullah waktu itu meyakinkan penyidikan yang dilakukan sudah mendapat dukungan penuh dari presiden Jokowidodo dan Wapres Jusuf Kalla di istana Bogor.
Dukungan senada juga diberikan oleh wakil Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani. Penyidikan sendiri berawal dari laporan masyarakat Bangka Belitung yang merasa dirugikan oleh PT PLN yang tak henti-hentinya melakukan pemadaman.

Sementara proyek PLTU sendiri seyogyanya tuntas dan beroperasi pada 2010 namun sampai 2014 tak kunjung tuntas.
Penyidik saat itu sudah memeriksa sedikitnya hampir 30 saksi-saksi dari pihak PLN dan PLTU. Proyek senilai Rp kurang lebih 1 Triyun hasil konsorsium PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk dan China Shanghai (Group) Corporation for Foreign Economic & Technological Cooperation SFECO) of China yang terdiri dari 2 unit mesin masing-masing 2 x 30 MW baru hanya menghasilkan 1 unit saja yakni unit 2. Unit 2 sendiri walau sudah beroperasi namun kerap mengalami kerusakan pada pompanya. Walaupun nantinya baikan kerap saja suatu saat mengalami kerusakan yang tak berkesudahan. Hingga akhirnya krisis listrik kian parah terjadi.

Sementara mesin unit 1 yang semestinya sedari awal harus sudah beroperasi guna mengaliri listrik di seluruh penjuru pulau Bangka nyatanya saat itu sedang mangkrak begitu saja dan terancam menjadi besi tua tak berguna.

Dalam operasionalnya selama ini PLTU unit 2 semestinya mampu mensuplai energi listrik 30 MW namun faktanya hanya mampu di bawah 14 MW. Parahnya lagi hanya dengan kemampuan daya segitu performa mesin kerap termehek-mehek akibat alami mulai kerusakan cerobong asap, persoalan boiler dan kebocoran pompa boiler. Saat ini sendiri kabarnya tetap saja tidak beroperasi sehingga membuat pemadaman terus saja berlangsung.
2 unit PLTU itu seyogyanya menjadi pemasok listrik bagi pulau Bangka yang sedang dilanda krisis akhirnya tak manfaatnya. Terlihat jelas PT PLN Bangka Belitung sendiri akhirnya sudah tidak lagi menaruh harapan pada PLTU tersebut.

Akhirnya PT PLN yang waktu itu dipimpin oleh Ari Wardana banting setir melakukan pengadaan mesin-mesin pembangkit diesel yang baru. Tentu pembangkit listrik diesel jauh dari penghematan karena bahan bakar solar.(man s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!