Close

ICC DUKUNG POLDA JATIM SIKAT MALING DUIT NEGARA

icc
tim ICC bersama Kapolda Jatim

SURABAYA, DOL-Indonesia Crisis Center (ICC), lembaga independen yang didirikan oleh tokoh-tokoh angkatan 45 DKI Jakarta dan bergerak dalam penegakan hukum mendukung penuh Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam memberantas korupsi di wilayah tersebut. “Kami mendukung penuh terciptanya pemerintahan yang bersih di daerah ini,” kata RH Djoko Sudibyo,SH kepada Amunisi, Kamis (8/10).

Ketua Umum ICC RH Djoko Sudibyo, Rabu (7/10) bertemu langsung dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji, selain bersilaturrahmi juga berdiskusi mengenai pencegahan masalah korupsi di Jatim. “Saya mencermati konsep pemberantasan korupsi Kapolda Jatim sangat baik dan bersesuaian dengan visi kami. Karena itu kami dukung sepenuhnya,” kata RH Djoko Sudibyo.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula pengurus ICC Pusat mendampingi RH Djoko Sudibyo antara lain Sekjen Drs .Beni Hutagalung (mantan pegawai BPKP Pusat), Divisi Hukum Pieter Silalahi, SH (mantan Pejabat Kejagung), Hero Indarto, SH (advokat), serta dewan pembina terdiri dari Irjen Pol (Pur) H Sudjalma Trisna (Mantan Deputi Lemhanas) dan Brigjen Pol (Pur) DR H Sugiri (mantan Direktur Tipikor Mabes Polri).

Yang menjadi sorotan ICC dalam perbincangan tersebut antara lain masalah dugaan korupsi yang terjadi di bidang pendidikan dan kesehatan. H Djoko Sudibyo tak menampik jika dikatakan dua bidang tersebut juga adalah wilayah rawan terjadinya ke bocoran keuangan negara.

Seperti, kata H Djoko Sudibyo, saat ini pihaknya sedang mencermati dugaan penyelagunaan dana pendidikan dari sisi belanja alat-alat pendidikan. ICC mencium ada jejak diskon pembelian alat sekolah hingga 50% baik di tingkap Kabupaten maupun Kota. “Dana pengadaan alat pendidikan sangat besar. Nah, yang terjadi menurut pengamatan kami ada diskon 50 % ini merupakan rahasia umum. Kalau uang negara yang dibelanjakan maka diskon 50 persen itu harus dikembalikan ke kas negara, bukan untuk dijadikan bancakan,” katanya.

Ini salah satu potensi kecurangan yang menjadi fokus ICC dalam membantu mempercepat proses pemberantasan korupsi di Jatim. “Kami akan bantu Polri menelusuri kemana uang diskon tersebut mengalir,” katanya. “Ya begitu juga dengan belanja alat kesehatan, harus diselusuri jangan sampai itu semua dikorup oleh pengguna anggaran,” tandasnya.

Di sinilah peran pencegahan dan dan penindakan hukum. “Itu yang terjadi di daerah baik di Dinas pendidikam dan Dinas Kesehatan. Semua bisa dicek, berapa harga buku dan alat peraga dan alkes banyak pembanding dari harga yang sesungguhnya. Kita akan bantu Polri demi mengamankan dan menyelamatkan keuangan negara,” kata RH Djoko Sudibyo.

Sementara di sektor pertanian, potensi kebocoran uang negara tak kalah hebatnya. Di bidang ini, ICC pernah mencatatkan diri sebagai lembaga yang bersama Tipikor Mabes Polri dan kejaksaan menyelamatkan sekitar 20 miliar rupiah uang negara dari aksi mafia pupuk, yang memainkan pupuk bersubsidi dengan PT Perkebunan.

“Di sektor ini memang parah sekali permainan mafia yang memanipulasi pupuk. Bayangkan, untuk mensejahterakan petani, pemerintah mensubsidi pupuk PT Petrokimia Gresik saja, menurut data audit BPK 2013, nilainya hingga Rp 14 triliun pertahun. Tapi hasilnya apa? Pupuk subdisi dimanipulasi. Kenyataannya para petani mengalami kesulitan untuk mendapat pupuk bersubdisi. Kebocoran pupuk subsidi mencapi 50 persen. Ini karena ulah distributor pupuk bersubsidi yang menggunakan kesempatan memperkaya diri,” ujar Djoko.

Di sinilah peran penegak hukum dibutuhkan dengan tingkat profesional yang tinggi untuk menghadapi mafia. “Kita bantu Polri, kita akan berikan data-datanya,” kata Djoko Sudibyo.
Dalam kesempatan tersebut tim iCC memberikan data-data dugaan korupsi dari beberapa pejabat pengguna anggaran sebagai bahan pelengkap bagi Polda Jatim untuk menelusuri temuan dugaan korupsi. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!