Kasus Mobile Crane, Pintu Masuk Ungkap Korupsi Pelindo II

  • Share
pelindo-2
Pelindo II (foto:ist)

JAKARTA, DOL-Harapan banyak orang agar Polri tak surut mengungkap dugaan korupsi mobile crane sepertinya bakal terpenuhi. Sebab, tak diduga-duga, ternyata Bareskrim Polri sudah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung. Ini bertanda. Kasus akan terus disidik.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Bambang Waskito memastikan terus mengusut perkara itu. “Benar kita sudah mengirim SPDP. Sudah ada satu tersangka dalam perkara itu. Pasti dilanjutkan, tenang saja,” ujar Bambang.

Namun, saat ini ia belum dapat berbicara lebih jauh soal pengembangan pengusutan perkara tersebut. Ia berjanji akan mempelajarinya lebih lanjut. Perkara dugaan korupsi dan pencucian uang melalui pengadaan mobile crane di PT Pelindo II mulai diusut sejak Mei 2015.

Perkara itu naik ke penyidikan September 2015 sekaligus dengan penetapan salah satu pejabat Pelindo sebagai tersangka. Total, sudah ada 20 orang yang diperiksa. Dalam waktu dekat, penyidik akan memeriksa Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joos Lino.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Amir Yanto membenarkan sudah menerima SPDPbernomor R/87/VIII/2015/Dit Tipideksus tanggal 28 Agustus 2015. “SPDP diterima secara resmi 7 September 2015,” katanya.
Setelah menerima SPDP, Bidang Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus langsung mengusulkan beberapa jaksa untuk meneliti apabila berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

Mengapa Pidsus
Ada baru terkuaak ketika SPDP diserahkan. Ternyata, perkara yang tadinya diusut oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ketika berada di bawah Brigjen (Pol) Victor Simanjuntak, kini ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Komjen Budi Waseso membenarkan hal itu. “Tidak ada intervensi dari pihak lain. Perkara ini predikat crime-nya korupsi, penanganannya pun diserahkan ke direktorat yang tepat.Ini agar makin fokus,P tegasnya.

Kendati demikian, katanya, perkara yang diusut di Dittipideksus bukan hanya dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane. Pengusutan perkara tersebut merupakan pintu masuk ke pengusutan perkara korupsi yang lain dengan nilai kerugian negara yang lebih fantastis pula.

Ketika dikonfirmasi, Kasubdit I Dittipikor Bareskrim Polri Kombes Adi Deriyan yang ditunjuk sebagai juru bicara membenarkannya. Penyidik kedua direktorat sudah berkomunikasi soal pelimpahan itu. Namun, perkara yang dilimpahkan beru perkara dugaan korupsi pengadaan mobile crane.

Seperti diketahui, perkara dugaan korupsi 10 mobile crane itu semula ditangani oleh Dittipideksus Bareskrim Polri. Selama berjalannya proses pengusutan perkara tersebut, penyidik telah menetapkan Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II berinisial FN sebagai tersangka.

Temuan penyidik, pengadaan 10 mobile crane itu diduga tidak sesuai dengan perencanaan sehingga menyebabkan kerugian negara. Pengadaan itu juga diduga diwarnai mark up anggaran. (hu)

 508 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *