Cawabup Ini Pegang Kunci Kemajuan Pacitan

  • Share
dhewanti
Hj Sri Retno Dhewanti

JAKARTA, DOL-Kampanye Pilkada Pacitan sudah dimulai sejak awal bulan lalu. Sejauh itu, Konstelasi politik, berjalan baik. Suhu politik tetap stabil dan situasi keamanan di Pacitan, Jawa Timur tetap kondusif.

“Ya kita inginkan iklim konsudif karena konstelasi politik berjalan baik. Konstelasi politik yang dimaksud di sini dapat diartikan sebagai kesepakan antara dua atau lebih partai untuk bekerja sama dalam koridor tujuan yg sama, dengan cara dan peran masing-masing. Tentunya diawali dengan deal-deal yang saling menguntungkan pihak yang berkonstalasi,” kata Hj Sri retno Dhewanti.

Hj Sri Retno Dhewanti adalah Cawabup yang berpasangan dengan Bambang Susanto yang diusung oleh Partai PDIP dan Hanura. Pasangan No urut 2 ini, selama kampanye mempropagandakan 11 program sosial, dan mulai menyedot perhatian masyarakat Pacitan, yang memang menginginkan suatu perubahan.

Karena itu, sejak dipinang Parpol mendampingi Bambang Susanto, menjadi Cawabup, yang ada di dalam pikiran wanita beranak dua ini adalah bagaimana Pacitan bisa berubah. Pacitan yang tadinya minus menjadi plus.

“Peluang itu besar asalkan potensi dapat dikelola secara benar dan maksimal,” kata Hj Sri Retno Dewanti kepada deteksi.. “Inilah yang saya yakinkan kepada masyarakat dalam kampanye saya,” katanya daru ujung telepon, saat dihubungi deteksi, Kamis (25/9)..

Pasangan Basudhewa ini memang mempunyai keinginan yang kuat untuk membangun Pacitan ke depan. Konsep perubahan yang disiapkannya pun cukup matang. Pertama adalah konsep perubahan yang paling mendasar. Perubahan mendasar adalah tentang perekonomian.

Menurutnya, sumber daya manusia Pacitan saat ini kurang bagus, karena di sana (Pacitan) tidak tercipta lapangan pekerjaan dengan baik. “Nelayan juga banyak yang terjebak rentenir. Saya merasa terpanggil untuk membenahi itu dengan cara yang tepat. Yaitu menciptakan lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya dan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada. Kalau itu sudah terbangun, maka dengan sendirinya akan menyerap tenaga kerja. Kedepan Pacitan akan berubah,” kata pengusaha yang hobi traveling ini.

Sebetulnya, katanya, tidak salah jika dikatakan bahwa Pacitan itu daerah yang minus. Ini karena pengelolaannya, baik itu soal sumber daya alamnya, sumber daya manusian, selama ini digali tidak maksimal. Sehingga orang hanya wait and see. Artinya di sini butuh keberanian seorang pemimpin.

“Tidak ada yang salah, cuma menurut saya kurang tepat. Mengapa, karena seorang pemimpin itu harus berani berspekulasi dan berusaha dengan gigih membangkitkan daerah yang tadinya minus menjadi plus, itu membutuhkan keberanian. Manuver seperti itulah yang diperlukan, sementara kami punya background untuk itu.
Saya sudah punya gambaran kira-kiran potensi apa yang dalam waktu dekat bisa kami kembangkan,” urainya.

Kemudian, ibu dari Adila Rizki dan Nabila Savitri ini menjelaskan untuk itulah, dalam upaya mencapai perubahan mendasar tersebut, dia membuat 11 prgram yang sudah dilaksanakan semasa kampanye. “Program itu itu sudah saya lakukan, itu suatu kerja action, bukan hanya janji,” ucap wanita kelahiran Pacitan 30 April 1973 ini.
Nah yang pertenting, katanya adalah bagaimana mengoptimalkan Galian C, dengan mambangun dermaga. “Galian C tersebut sangat berpotensi meningkatkan PAD nanti akan kita optimalkan pengelolaannya,” ujarnya.
Selain itu, katanya lagi, di daerah Pacitan banyak potensi. Seperti pariwisata dan batu tambang. “Ini yang akan saya kembangkan dalam waktu dekat. Karena di Pacitan ini- kan, sekarang sudah ada PLTU. Pada masa SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dia memang berperan luar biasa di Pacitan, termasuk perbaikan infrastrukturnya.

Nah, dari limbah PLTU itu sendiri, limbah batubara, itu bisa untuk bahan baku untuk pembuatan semen, dan itu bisa kita kolaborasi dengan pegunungan batu yang ada di Pacitan. Artinya, kalau kita bicara itu- kan, di sini untuk mendirikan pabrik semen. Ada peluang. Potensi ke arah itu jelas ada. Kemudian, Galian Batu C itu beribu-ribu juta kubik dan itu mengandung bahan semen. Sebenarnya, di era kepemimpinan kemarin investor sudah ada yang ingin masuk, tetapi akhirnya tidak jadi,” jelas mantan pegawai Bank Niaga Solo ini.

Dia yakin, kalau saat ini angka APBD Pacitan sekitar Rp650 miliaran. Tetapi ke depan akan meningkat, setelah potensi Pacitan dioptimalkan. “Potensi itu luar biasa. Sehingga saya bisa prediksa jika berjalan baik akan berkali-kali lipat dari saat ini. Penduduk Pacitan saat ini jumlahnya 500 ribu sekian. Jumlahnya sedikit karena penduduknya banyak yang urban. Khusus untuk sektor peternakan, sebenarnya kalau kita garap maksimal, Pacitan bisa menghasilkan peternakan yang baik. Di sini persoalannya karena tingkat sumber daya manusianya yang belum digarap maksimal dan sumber permodalannya yang belum terjangkau. Itu nanti akan kita sentuh,” katanya..
Masalah Krusial
Salah satu masalah krusial di Pacitan adalah masalah air bersih. Untuk mengatasi masalah tersebut, pasanan Basudhewa telah meluncurkan mesin penjernih air, hasil karya Universitas Gajahmada. “Alat sudah ada, tinggal saya melakukan pemetaan wilayah di sana.

Di mana yang paling tepat, sesuai dengan kadar garam agar bagaimana nanti dari operasi mesin itu bisa menghasilkan kadar garam yang berkualitas. Air bersihnya dapat, garamnya juga dapat,” ucapnya.

Menurut cacatan deteksi, mesin yang sudah ada, yang disiapkan pasangan ini, kapasitasnya masih kecil. Saat ini satu menit baru menghasilkan 4 liter air. “Tetapi kita perlu punya banyak-kan lokasi Pacitan itu pesisir. Jadi sepanjang pesisir itu akan kita buat berapa titik mesin. Dengan demikian peningkatannya setelah itu akan menjadi besar, ada yang berkapasitas satu menit itu sampai 200 liter. Ini akan sayu wujudkan kalau saya jadi (terpilih) ya. Karena itu memerlukan dana yang besar. Saat ini kami masih memliki keterbatasan soal anggaran,” ucap lulusan Akademi Keuangan dan Perbankan Surakarta ini..

Nantinya, dana yang dikeluarkan tersebut bersumber dari APBD karena dananya cukup besar “Saat ini kita gunakan dana sendiri. Dana yang kami keluarkan dari relasi dan pendukung,” katanya. “Teman-teman saya ketuk hatinya untuk membantu program ini. Kapan lagi kita bisa berbuat baik kalau bukan sekarang saatnya,” ucapnya.

Peduli Pasar
Satu lagi program pro-rakyat yang digulirkan pasangan Basudhewa ini adalah soal pemberian makan gratis bagi masyarakat yang beraktivitas di pasar. Di tempat ini (pasar), katanya, merupakan tempat transaksi jual beli yang rata-rata kemanpuan ekonominya menengah ke bawah. “Saya ingin mengetuk
hati para dermawan bahwa pasar itu sebenarnya adalah nyawa perekonomian di daerah. Dan putaran ekonomi rakyat ada di sana.

Sampai saat ini kemampuan saya baru bisa memberikan sesuap nasi ya, ibaratnya dan saya berharap banyak dermawan yang terketuk hatinya dan bisa melakukan hal yang sama karena banyak sekali orang yang membutuhkan soal makan. Yakni tukang becak, tukang sayur yang hanya bermodalkan Rp50.000 untuk berjualan. Bagaimana dia bisa menghasilkan uang untuk sekali makan Rp10.000, ya ini bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Kalau kita ada kemauan pasti bisa,” kata wanita yang punya moto Hidup Dengan Ikhlas Segalanya Akan Dimudahkan.

Sementara, bagian terpenting lainnya adalah soal asuransi warga miskin dan lansia. Mengapa lansia, karena para lanjut usia ini adalah orang yang tidak berdaya. Untuk makan saja mereka susah, jadi hal yang semacam ini harus diperhatikan. “Kita berharap dari para orang lansia ini ada doanya, dimana harapan orang lansia itu adalah ingin kembali kepadaNYA dengan jiwa yang bersih. Sementara sejauh ini para Lansia itu tidak diperhatikan. Nah, kita terketuk dan untuk itu urusan lansia ini menjadi salah satu prioritas dalam butir program kami,” katanya.

Dalam program ini Tim Basudhewa akan bekerjasama dengan pihak rumah sakit. Masyarakat akan diberikan asuransi dengan standar tertentu. “Sebenarnya ini bukan model baru ya, tapi, mungkin sudah ada yang semacam BPJS, tapi ini murni tidak ada iuran. Ini dari kami untuk mem-back-up kesehatan masyarakat, terutama kaum lansia,” ujarnya. (lis/dra)

 1,450 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *